Memahami Catatan/Laporan Kekayaan & Laba/Rugi
Misalnya ada orang yang mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda :
Berapa kekayaan bersih Anda saat ini?
Berapa persen pertumbuhan kekayaan Anda dibanding tahun kemarin?
Berapa laba/surplus pendapatan Anda bulan ini?
Berapa persen pertambahan/penurunan laba/surplus pendapatan Anda bulan ini dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya?
Saya yakin banyak di antara kita yang tidak siap memberikan jawaban seketika itu juga. Mengapa? Karena kebanyakan dari kita tidak memiliki catatan/laporan kekayaan & laba/rugi keluarga kita setiap periode/bulan. Lain halnya di dunia bisnis, setiap periode/bulan setiap perusahaan memiliki catatan/laporan kekayaan & laba/rugi perusahaannya. Karena bila perusahaan tidak memiliki laporan tersebut, tentu bakal menyulitkan pada pemimpin perusahaan untuk mengetahui posisi finansial perusahaannya, sehingga sangat tidak mungkin dapat mengambil keputusan-keputusan bisnis perusahaan.
Bila kita renungkan, maka sebenarnya dalam mengelola keuangan keluarga, prinsip operasional secara umum hampir selalu sama dengan pengelolaan keuangan di perusahaan misalnya aktivitas-aktivitas pencatatan uang kas yang masuk dan keluar, mengumpulkan bukti-bukti transaksi, membuat anggaran pendapatan dan belanja, mengelola hutang/piutang, laporan kekayaan/neraca & laba/rugi di akhir periode. Bila memang seperti itu sebenarnya kita dapat juga dong menerapkan manajemen pengelolaan keuangan keluarga secara profesional layaknya di sebuah perusahaan, tapi khusus untuk ruang lingkup keluarga, benar kan?
Nah, pada tulisan sebelumnya saya sudah membahas tentang konsep dasar Manajemen Cashflow, maka pada tulisan kali ini saya akan melanjutkan konsep kedua yaitu bagaimana Memahami Catatan/Laporan Kekayaan & Laba/Rugi. Ada dua laporan yang wajib kita pahami dalam mengelola keuangan keluarga, yaitu catatan/laporan kekayaan dan laporan laba/rugi.
Catatan/Laporan Kekayaan
Catatan/Laporan Kekayaan adalah sebuah laporan yang menyajikan posisi/kondisi daftar harta dan utang keluarga kita pada periode tertentu. Tujuan akhir dari laporan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kekayaan keluarga kita. Coba Anda hitung seluruh jumlah harta Anda, setelah ditotal jumlahnya ini dinamakan Kekayaan Kotor. Bila kekayaan kotor tersebut dikurangi seluruh jumlah utang maka kita akan mengetahui berapa jumlah kekayaan bersih keluarga Anda saat ini.
Laporan Laba/Rugi
Mungkin kita tidak asing lagi dengan istilah laba/rugi, karena ini berhubungan erat dengan besarnya pemasukan dikurangi pengeluaran. Setelah memahami tentang catatan/laporan kekayaan keluarga, laporan berikutnya yang wajib kita ketahui adalah laporan laba/rugi.
Ada dua komponen utama dalam penyusunan laba/rugi, yaitu jumlah pemasukan dan jumlah pengeluaran dalam satu periode/bulan.
Selanjutnya Anda kurangi jumlah pendapatan dengan pengeluaran, bila jumlah pendapatan melebih jumlah pengeluaran berarti pada periode/bulan tersebut keluarga Anda mendapatkan laba, namun bila jumlah pengeluaran lebih besar dari jumlah pemasukan berarti keluarga Anda mengalami kerugian.
Setelah Anda bisa membuat laporan kekayaan dan laba/rugi, coba diterapkan dengan disiplin setiap bulan. Salah satu manfaatnya bila Anda dengan rajin dan disiplin menyimpan laporan/catatan tersebut, nantinya kita bisa melakukan analisis dan perbandingan berapa persen pertumbuhan/penurunan kekayaan dan laba/rugi keluarga kita dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari sana kita sebagai manajer keuangan keluarga kita dapat mengambil beberapa keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kondisi finansial keluarga kita. Mudah bukan…?



saya membutuhkan buku kecerdasan finansial apakah boleh memiliki?
Sayang sekali saya belum selesai menulis buku tentang itu, tapi kalau boleh memberi referensi ibu bisa membeli bukunya pak Tung Desem Waringin yang berjudul Financial Revolution. Rencana saya sih sebenarnya kumpulan tulisan di blog ini kalau udah lengkap akan saya terbitkan juga menjadi buku, dan disebarkan gratis via Internet…
assalamu’alaikum…
sebelomnyah makasih bangets sudah memberi pencerahan. Masih inget sayah khan?
emmm….saya mo nanya lagi
pada saat membuat cashflow pada post pengeluaran, besar anggarannyah sayah sesuaikan dengan besar gaji suami saya maka akan balance antara pengeluaran dan pendapatan.pertanyaan sayah, mengapa harus ada lap R/L?lha wong pengeluarannya dah pas samah pendapatan.
jadi besar anggaran dalam cashflow sayah tetap tiap bulannya(andai ada kenaikan pendapatan maka besar anggaran pengeluaran akan dinaekan terutama pada post tabungan rutin) misalnyah tuk belanja keluarga sayah tetapkan anggaran Rpxxxx maka saya enggak bisa berbelanja melebihi anggaran tersebut,intinyah harus sesuai dengan anggran yang sudah ditetapkan sebelumnya.jadi untuk apa lap R/L ? kalo memang ada lap R/L maka berarti selalu ada perubahan pada pendapatan dan besarnya anggaran pengeluaran dunks? kalo enggak ada perubahan ya tuk apa dibuat lap R/L, pan dah ketauan.
kalo pembuatan neraca ,baru sayah mbisa pahami tapi untuk lap R/L sayah kurang mengerti maksutnya.
mohon penjelasanya.wassalamu’alaikum…
sayah inpormasikan blog ini ke temen2 sayah di myquran.org ya?
bagai mana mungkin saya memiliki laba tapi tidak memiliki kas
# ali imran
Sudah lihat aliran kas nya kan? Pasti bapak sudah tahu di mana kasnya berada dan hubungannya dengan surplus/minusnya keuangan.
Bila surplus (laba) maka akan menambah harta, bila minus (rugi) berarti mengurangi harta.
bagus banget nih. ternyata untuk keluarga pun perlu memenej dan membukukan keuangan dengan baik. itu yang namanya akuntabel, dan transparan.
yup betul banget pak, jangan cuma perusahaan tempat kita bekerja aja yang akuntabel dan transparan, keluarga kita pun wajib menerapkan hal yang serupa. Toh yang menikmati manfaatnya keluarga kita juga kan…
Ass wr wb
Terimaksih telah memberikan gambaran yg mudah dimengerti dan relistis, saya menunggu semoga buku yg hendak diterbitkan sesuai rencana penulis lancar dan makin sempurna…amin
Wss wr wb
Moh Amien
siang..
peralatan tergolong harta tetap….namun saat pembelian kan mengurangi kas,,,apakah pembelian peralatan mengurangi laba? trims
Sesuai dengan gambar yg telah dijelaskan, untuk pembelian harta tetap memang mengurangi kas. Akan tetapi uang tersebut tidak hangus karena sudah beralih wujud menjadi sebuah benda/harta tetap. Sehingga dalam laporan surplus/minus tidak berpengaruh. Hanya akan mempengaruhi komposisi harta tetap yang akan bertambah.
[...] pribadi/keluarga Anda selama-lamanya/seumur hidup. Sehingga sesuai dengan judul tulisan ini, bahwa MyFamily Accounting merupakan investasi termurah seumur [...]
[...] hal tersebut di atas, terbersit ide mungkinkah ilmu personal finance, atau bahasa umumnya kecerdasan finansial/melek finansial dijadikan mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi? Menurut kami dan mungkin pembaca selkaian sangat [...]
[...] istri dan anak-anak Anda masih dalam tanggungan Anda. Sehingga bila Anda meninggal maka suramlah kondisi keuangan dan pencari nafkah anak istri Anda. Bayangkan bagaimana masa depan finansial keluarga Anda kelak, [...]
sangat menginspirasi banget, saya suka akan penjelasannya. mudah-mudah dapat diterapkan dalam manajemen RT saya.
terima kasih dan sukses untuk anda
slmat siang smua’y,,,,,,,
ku kdang memahami cra kta memenej keuang kta ,,,
tpi mngapa sulit tuk mnhan dri tuk membli sesuatu yang emng zk pnting but khdpan kta,,,,
mhon bimbngan’y,,,,
trmaksih,,,
[...] postingan tentang Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Keluarga Profesional 1 dan 2 telah panjang lebar dijelaskan bagaimana seharusnya sebuah keluarga mengatur arus kas, [...]