Lihatlah data keuangan negara kita saat ini, ternyata bangsa kita ini dalam keadaan bangkrut, karena ternyata utang kita lebih besar dari seluruh aset (walaupun banyak aset yang belum terdata).
Profil Aset Pemerintah
Nilai aset negara yang tercatat dalam neraca pemerintah hingga 31 Desember 2006 sebesar Rp. 1.253,71 triliun
Nilai kewajiban dalam neraca pemerintah hingga 31 Desember 2006 sebesar Rp. 1.318,16 triliun
Kekayaan bersih pemerintah per 31 Desember 2006 minus Rp. 64,45 triliun, sementara kekayaan bersih pemerintah per 31 Desember 2005 minus Rp. 168,92 triliun
Kekayaan bersih pemerintah minus karena pemerintah belum memperbaharui nilai asetnya atau belum menginventarisasi aset dengan benar
Perimbangan aset dan kewajiban dalam neraca merupakan indikator kesehatan keuangan negara karena disetarakan dengan neraca sebuah perusahaan
Jika set negara lebih banyak dari kewajiban, diharapkan daya tawar Indonesia dalam negosiasi internasional akan meningkat.
Sumber : Departemen Keuangan dikutip dari Kompas tanggal 13 Juni 2007
Foto : http://www.bi.go.id/msmbiweb/asset/image/GbrMoneter.jpg

Bolehkah saya bertanya, berdasarkan apa anda ber-asumsi seperti itu?
saya kira dan lebih arif jika permasalahan ini jangan dilihat dari sisi jeleknya saja….
ada pepatah mengatakan: “…apa yang sudah kita berikan kepada bangsa ini…”
nah jika anda memang perhatian dengan bangsa ini,berikan solusi dengan apa yang kita punya….
terlepas dari penyalah gunaan wewenang pemerintah kita, yang penting kondisi dari apa yang anda gambarkan tidak seluruh benar.
sebagai contoh…: saat sebelum krismon, banyak orang yang tidak kredit motor tetapi pada saat ini banyak yang kredit motor….dll
jadi indikator – indikator seperti inilah yang juga harus anda perhatikan, karena terjadinya ke bangkrutan bangsa ini pula, menjadi beban kita semua dan kesalahan dari sebuah rezim yang telah memutarkan keadaan sesungguhnya selama 32 tahun.
seperti nasehat seorang sepuh bangsa yang masih hidup saat ini berkata : ….saatnya kita ikatkan tali pinggang kita….perjuangan kita ternyata belum selesai….meski keyakinan kebangkrutan itu masih terlalu jauh terjadi di indonesia, bahkan kalau perlu kita bikin bangkrut bangsa lain….ada caranya dan sangat mudah…..tetapi pemerintahan ini harus bersih dulu…..sampai waktunya tiba untuk kesejahteraan bangsa ini tiba…..
jadi…jangan dilihat dari sisi negatifnya dong….saya sangat tidak setuju karena dalam rencana reformasi yang sesungguhnya adalah menurunkan rezim yang otoriter selama 32 tahun tetapi hal ini disalah artikan oleh elemen bangsa ini juga….
Jadi…anda tentu mengerti jika melihat dari sisi lain anda akan kewajiban sebagai WNI ??? saya pun demikian…..!!!!
Mungkin bangsa kita memiliki asset minus.
Bangkrut itu kalau tidak dapat membayar utang pada saat jatuh tempo. Bukan karena asset minus. Perusahaan yang memiliki asset minus tetapi cash flow lancar, justru adalah perusahaan yang paling efisien.
Menurut saya bangsa ini bisa bangkrut karena oknum oknum koruptor dimana mana
#ub4n
Ya dari sisi pandangan Anda saya sepakat, memang saya hanya memfokuskan pada satu sisi saja yaitu tentang kondisi keuangan bangsa kita, jadi tidak ada variabel lain yg saya nilai. Kalo mau memandang secara makro memang banyak aspek yg harus kita lihat. Konteks blog ini kan hanya melihat tentang keuangan saja.
#Daniel
Yang saya pahami bangkrut itu kalo seluru aset kekayaan kita 100% berasal dari utang. Kalo tidak mampu membayar utang itu namanya gagal bayar/default.
#joycekartika
Salah satu penyebabnya iya betul itu. Bayangkan kalo aparat bisa mengambil uang dari seluruh koruptor dan mencega tindakan korupsi plus pembalakan liar. Intinya kalo negara kita ini bisa diurus maka kita bisa menjadi negara yg makmur
Jadi merinding deh, di atas kepalaku dan generasi setelahku akan menanggung hutang berjibun… benar2 99+1 ceppe deeeh!
[...] konon negara kita hampir bangkrut th. 2006 nilai kewajiban neraca Rp. 1.318,16 triliun . Akibatnya begitu mengerikan: pembangunan di segala bidang terhambat, industri banyak yang pailit, [...]