Kalau saya tidak salah kutip dari suatu tulisan di majalah bisnis terkemuka di tanah air, sekitar 75% masyarakat Indonesia membeli mobil dengan cara kredit. Baik melalui bank atau pun lembaga pembiayaan (leasing) lainnya. Tentu saja ini merupakan pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi pihak pembiayaan/bank di satu sisi dan bagi konsumen/pembeli dengan membeli mobil (terutama mobil baru) dengan cara kredit mereka dengan hanya menyiapkan sekitar 10%-30% uang muka sudah dapat memiliki sebuah mobil. Tetapi sadarkah kita bahwa di balik mudahnya memiliki sebuah mobil dengan cara kredit tersebut, ternyata kita harus membayar cost yang teramat mahal. Saya akan beberkan di bawah ini perhitungan dan penjelasannya secara lengkap.
Pemahaman Konsumen yang Tidak Lengkap
Perhatikanlah, selama ini apabila kita ingin membeli mobil dengan cara kredit, pertimbangan dan persiapan utama kita adalah hanya pada kemampuan untuk membayar cicilan tiap bulannya. Padahal kita juga harus mempertimbangan banyak komponen biaya lainnya yang muncul dan harus kita bayar selama kepemilikan mobil tersebut dalam masa kredit, dan sayangnya ini lah yang paling banyak kita lupakan.
Baiklah sekarang saya akan bahas tentang bagaimana contoh simulasi sebuah konsumen yang membeli sebuah mobil dengan cara kredit di bawah ini yang kami ambil dari situs www.oto.co.id tanggal 18 September 2007:
Mobil : Toyota New Avanza 1500 cc
Harga Tunai : Rp. 131.300.000,-
Uang Muka : Rp. 32.825.000,- (25% dari harga tunai)
Asuransi : Rp. 10.635.300,- ( All risk 8,10%)
Cicilan : Rp. 3.787.500,-
Bunga : 12,82%% per tahun
Jangka waktu : 36 bulan
Administrasi : Rp. 475.000,-
Total Pembayaran Pertama : Rp. 47.772.800,-
Mari kita lihat proses pelunasan yang wajib dibayar oleh konsumen tersebut selama tiga tahun seperti yang kami tunjukkan pada tabel di file simulasi-mobil.pdf:
Hasil rekapitulasi:
Total Cicilan : Rp. 136.350.000
Total Biaya Bensin : Rp. 36.000.000
Total Biaya Pajak : Rp. 4.500.000
Total Biaya Pemeliharaan : Rp. 8.400.000
Total Seluruh Biaya Selama Masa Kredit 3 tahun : Rp. 227.360.300,-
Wow!, lihatlah bila masa kredit kita selesai maka kurang lebih total biaya yang harus kita keluarkan untuk mobil tersebut menjadi sangat besar…! Ingat lho uang segitu itu adalah uang hilang alias hangus. Perhatikan juga, biaya-biaya semacam pembelian bensin, pajak dan pemeliharaan kendaraan selama tiga tahun tersebut kebanyakan kurang menjadi perhatian kita ketika ingin kredit mobil. Padahal harus kita ingat juga bahwa mobil adalah benda yang akan mengalami penyusutan harga (deprisiasi) dari tahun ke tahun. Bila kita asumsikan penyusutan mobil tersebut kira-kira 8% (delapan persen) per tahun, maka setelah selesai masa kredit harga mobil baru kita tersebut akan menjadi:
Rp. 131.300.000 x 8% x 3 = Rp. 31.512.000. Berarti dalam waktu tiga tahun harga mobil kita menyusut sebesar angka tersebut. Sehingga mobil tersebut kini hanya bernilai Rp. 99.788.000. Coba bandingkan dengan total uang yang Anda bayarkan selama 3 tahun tersebut dengan kondisi nilai mobil kita kini! Sungguh sangat menyesakkan dada…
Bagaimana Kalau Diinvestasikan?
Sekarang misalnya dengan uang hangus sebesar Rp. 227.360.300 tersebut, bila kita tumbuhkembangkan misalnya ke salah satu instrumen investasi yang memiliki hasil return (bagi/imbal hasil) sebesar 10% per tahun (flat), dan kita endapkan selama 15 tahun. Berapa uang yang akan kita miliki kelak? Perhatikan tabel di file yang telah Anda download tadi.
Wow, lihatlah uang yang Anda simpan selama 15 tahun sekarang sudah mencapai hampir 1 Miliar rupiah… Nah sekarang tinggal Anda pilih, mau tetap ngotot beli mobil baru dengan cara kredit tapi dengan konsekuensi “menghanguskan” uang sebanyak itu? Atau dengan cerdas, tetap mengeluarkan uang sebanyak itu tetapi bukan untuk membeli mobil, melainkan dikembangbiakka dalam bentuk investasi seperti perhitungan di atas.
Solusi dan Kesimpulan
Memang mungkin ada yang sinis terhadap hitung-hitungan saya di atas, misalnya: “… kok kita jadi pelit banget ya sama uang, bukannya itu berarti kita jadi budak uang…?” atau juga misalnya “… selama 3 tahun itu kan kita bisa lancar menjalani segala urusan misalnya bisnis dll, sehingga bisa dapat uang banyak, jadi gak seberapalah uang yang dikeluarkan selama tiga tahun tersebut…“
Untuk komentar pertama bukannya kita pelit/jadi budak uang, tetapi bagaimana kita bisa bijaksana dalam memperlakukan uang tersebut. Apalagi di masa depan, kebutuhan akan uang tentu akan bertambah banyak misalnya pendidikan anak, dan pensiun. Untuk komentar kedua di satu sisi ada benarnya juga, tetapi tolong jujurlah dengan hati nurani kita, apa harus dengan membeli mobil baru dengan cara kredit untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan bisnis Anda?
Menurut hemat saya, bila kita ingin membeli mobil dengan cerdas dan bijak adalah dengan membeli mobil second (dalam kondisi sangat ok) dan dibeli tunai. Dua kunci utama yaitu mobil bekas dan tunai, itu prinsipnya. Karena mobil bekas yang masih dalam keadaan bagus tidak kalah nyamannya bila kita membeli baru dan juga dengan fasilitas yang prima. Karena perlu kita ingat setiap mobil baru yang kita beli seketika keluar dari dealer, maka otomatis harganya/nilainya langsung turun. Dan mengapa harus dibayar tunai, karena tentu kita harus menghindari beban biaya yang harus kita tanggung (semisal bunga) yang harus kita bayar selama jangka waktu kredit tersebut.
Semoga dapat membantu menambah wawasan kita semua.

Hm…cukup menarik perhitungannya…tapi kenapa biaya bensin, pajak dan pemeliharaan dimasukkan ke dalam perhitungan untuk mobil baru tetapi TIDAK untuk mobil second? Dan untuk biaya asuransi…memang kalau kita ambil kredit harus ikut…tetapi untuk CASH biaya asuransi tergantung kita…begitu jg dengan mobil second.
Kalau saya melihat dari pemaparan Anda…kata kunci yang paling utama adalah TUNAI tidak perduli Anda membeli mobil baru atau bekas
Thanks
#sunrise
Karena saya tidak menganjurkan membeli mobil second dengan cara kredit (walaupun saya dulu pernah melakukan itu.. he..he..:) ).
lah ya ko biaya bensin ma pemeliharaan dimasukin juga? bukannya klo kita beli tunai pun tetep ada itu biaya?
yang pasti namanya kredit emang pasti rugi, soalnya kita harus ngeluarin uang lebih
#irwan
Benar itu sebagai biaya walaupun beli cash atau kredit, tetapi yang mau saya jelaskan di sini adalah total biaya kepemilikan bila kita membeli mobil baru secara kredit dibandingkan dengan tunai. Karena kebanyakan kita bila hendak membeli secara kredit hanya memikirkan kemampuan membayar cicilan tiap bulan dan melupakan biaya-biaya yg lainnya itu.
Wah menarik juga pemaparan anda, saya coba ambil contoh temen saya, ambil mobil getz 3 tahun, uang muka 32 juta, bulanan 3,7 juta, sekarang dikejar2 lising, hidupnya jadi sengsara, hanya karena ingin hidup kesohor tapi tekor, mau tinggi tapi usahaanya minus, ya jadilah akhir yang menyesakkan dan menyusahkan orang banyak termnasuk ibunya dan bapaknya.
Kalo saya sendiri, mobi bekas harga 20 jujutaan okelah, masih terjangkau, lebih dari itu belum investasiin duit dulu
ANAS LEE
http://www.pedangkeadilan.blogspot.com
http://www.indonesianguitar.blogspot.com
http://www.suharyadisumhudi.blogspot.com
saya ngak bisa beli tunai ngak punya duit segitu kredit aja susah apalagi tunai….anda mau bantu belikan saya mobil…..hehehe
hmm… masuk akal… lagian dengan kredit harga jadi jauh lebih mahal.. padahal setiap tahunnya kendaraan yg kita kredit mengalami penyusutan :-s
Saya setuju, lebih baik membeli harta produktif ketimbang harta konsumtif.
1) Hasilnya mungkin akan beda kalau beli mobil kredit buat disewakan. Banyak yang bisa menyewakan dengan harga diatas cicilan. Jadi pada saat cicilan selesai mobil menjadi milik pribadi tanpa keluar banyak uang. CMIIW
2) Perbandingan penggunaan uang Rp. 227.360.300,- hasil pembelian mobil sama buat investasi 15 tahun, nggak apple to apple. Setidaknya buat perbandingan penggunaan uang cicilannya yaitu hasilnya akan berbeda jika dipakai untuk cicilan sama dipakai untuk investasi .
Salam
Fuad Muftie
bukan melupakan total biaya pak. Bapak hanya melihat biaya yg bisa dihitung tapi melupakan manfaat yang mungkin tak bisa dihitung dengan uang.
Coba hitung, berapa nilai silaturahim yg bisa dipermudah dengan adanya mobil?
Mungkin pertimbangan kita adalah “PERLUKAH KITA MEMBELI MOBIL”?
Bukan hanya sekedar berhitung matematis saja.
Ada yang memang mumpuni untuk membeli mobilsecara tunai atau kredit, tapi sebetulnya tak perlu mobil.
Ada juga yangmemang perlu, minimal untuk memberikan kenyamanan saat keluarga bersilaturahim.
O,ya…kalo diinvestasikan pun, belum tentu nilai 1 milyar 15 tahun yg akan datang sama dengan nilai 1 milyar sekarang. Wong rupiah nyaris terdepresiasi terus kok.
Saya bukan orang yang suka menginvestasikan uang “diam” dalam bentuk deposito. percuma. nilai uang kita digerogoti inflasi. kalo saya mau investasi, saya akan investasi dalam bentuk emas batangan (kalo saya ga perlu mobil). Bukan rupiah, juga bukan Dolar yang juga hanya uang kertas hijau tak bernilai.
Intinya, belanjakan uang anda sesuai kemampuan dan keperluan, bukan keinginan anda. Bisa jadi anda sanggup membeli sesuatu, padahal tak perlu. Atau berhitung betapa mahalnya pengeluaran yang akan dibelanjakan, padahal sesungguhnya anda memerlukan.
#anas lee
Pengalaman teman Anda tidak jauh beda dengan pengalaman saya dulu. Tapi bedanya saya gak sampai dikejar2 leasing, malahan saya yang ngejar2 mereka agar mobil saya segera ditarik.. he..he..
#dobelben, Junarto
Sama, ayuk kita berlomba2 mengumpulkan harta yang selalu naik nilainya/produktif…!
#Fuad Muftie
Dan biasanya perusahaan rental yang sering kayak gitu. Kalo tulisan saya ya hanya untuk kepemilikan mobil secara personal dan untuk penggunaan pribadi.
1. Betul juga kalau mobil tersebut disewakan. Tapi dari pengalaman saya menyewakan mobil yang second malah banyak tekornya. Jadi memang harus baru. Tapi biasanya untuk kepemilikan mobil personal rasanya banyak yang sayang untuk menyewakan ya gak
2. Tambahan, bukan pembelian mobil saja tapi termasuk biaya kepemlilikan mobil. Maksud saya, misalnya bila cicilan bulanan yg sama untuk mobil selama 3 tahun itu bukan untuk membeli mobil, melainkan untuk persiapan investasi. Hasilnya malah semakin meningkat bila dibenamkan dan dikembangbiakkan selama 15 tahun. Tapi usulnya boleh juga sih… Trims
#tanpeng_liang
Memang kalau dilihat dari nilai intangible ada benarnya kita memiliki mobil. Tapi pertanyaannya seberapa sering bersilaturahmi? Dan apakah tidak ada cara lain selain harus membeli mobil baru dengan kredit? Apa gak bisa dengan menyewa yang rata2 per hari cuma Rp. 250.000-350.000 tanpa kita harus terbebani dengan biaya ini dan itu.
he..he.. saya tidak menyebutkan deposito lho..?
itu hanya ilustrasi saja. Bahkan bisa lebih dari segitu kalo kita pintar (atau mujur ?) berinvestasi langsung. Jadi bukan investasi diam lho…
Saya sepakat kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan seperti yang saya tulis di http://myfamilyaccounting.wordpress.com/2007/06/08/hati-hati-jebakan-konsumerisme/
Jangankan beli mobil, beli panci kredit juga harganya jadi mahal kok pak.. kan mesti bayar ongkos transport, ongkos adm, ongkos dll deh..
#a
ha..ha..ha.. betul-betul mas, ayak ayak wae…
biaya bensin, pajak dan pemeliharaan kan memang seharusnya kita yg tanggung, toh kita yg memakainya, bukan bank atau leasingnya. jadi knp masuk perhitungan ?
biaya pajak mungkin tetap, tetapi bensin atau pemeliharaan tergantung yg bersangkutan
Leasing memang mendapatkan keuntungan, tetapi konsumennya jg mendapatkan keuntungan bukan ? utk ekonomi lemah yg boros, saya kira, leasing merupakan salah satu solusi jelas utk yg ingin mempunyai kendaraan pribadi. (baru/second), meskipun tunai saya kira lebih bijaksana. (btw, ingat masayrakat lemah).
bilamana hanya dgn modal diatas seseorang mampu mendapatkan timbal balik yg luar biasa tsb, dan semua orang berpikiran sama spt ini, saya yakin, perekonomian kita akan mati. meskipun memang ada sistim bagi hasil tsb. namun utk karyawan biasa (sekali lagi yg boros), semuanya sangat riskan, mengingat rata2 resiko perusahaan bagi hasil selama ini adalah sebuah perusahaan dgn resiko yg cukup tinggi. bisa miris, uang tak ada, kendaraan cicilanpun lenyap.
*jangan dibahas, hanya menurut pandangan saya, dan saya tak berhubungan dgn leasing ataupun bank).
thanks.
bagaimana kalau kita butuh mobil (karena kalau nggak punya mobil maka aktifitas dan mungkin penghasilan akan terganggu), sementara uang nggak ada untuk beli cash namun ada untuk kredit dan perawatan ?
Salam kenal
Kalo kredit motor bgmn? Secara biaya kredit & bensin dibandingin ongkos naik bis umum sehari-hari hampir sama..:D
Soalnya lg kredit motor nih tanggung udah hampir 1 tahun.
Menurut saya, kredit kendaraan itu hanya bisa diukur secara relatif.
Seandainya kita punya uang 150 jt. Uang itu mau dibeliin mobil semua secara cash atau hanya 50 jt aja u/ DP sisanya untuk buka usaha. Kalo seperti ini mungkin masih bisa ditolerir membeli secara kredit.
Betapa nikmatnya hidup merdeka dari kredit. Saya pernah merasakan dikejar kredit. Kita kerja mati-matian tapi rasanya kok bukan kita yang menikmati. Ketika KPR lunas, saya putuskan untuk tidak kredit apapun, meskipun banyak yang menawari dengan iming-iming bunga, hadiah dan sebagainya. Saya juga punya kartu kredit, tapi tidak pernah dipakai. Kalau kepingin apa-apa yang ngumpulin duit dulu, baru beli. Sebisa mungkin tidak utang, karena utang hanya bikin sengsara. Tapi ada yang menyebut investasikan uang untuk akhirat. Cobalah, pasti kita akan mendapatkan gain yang luar biasa di dunia dan akhirat. Di dunia hidup kita jadi lebih tenang, tidak dikejar-kejar penagih utang. Pada kehidupan mendatang, kita punya deposito yang terus bekembang…berkembang dan berkembang. Silakan coba
Mmm… semoga saya bisa beli mobil suatu hari nanti. Dan… Cash
kredit 3 tahun koq dibandinginnya sama investasi 15 tahun?
jauh bener, pak.
selain itu biaya bensin, perawatan, pemeliharaan yang besarnya 48.9jt juga harusnya dimasukin klo beli mobil tunai (beli mobil tunai jg butuh bensin dkk) jd mobil baru totalnya 180jt setelah 3 tahun. kalau yg 3 itu ga dimasukkan ya ga fair namanya.
punya uang 200jt koq belinya kredit? mending tunai aja. SISAnya baru diinvestasiin.
Ya saya setuju, ini juga yang menjadi pemikiran saya dulu ketika akan ambil mobil. Akhirnya pilihan tertuju pada mobil bekas tapi masih berumur dibawah 1 tahun dengan kondisi yang masih baik dan bisa dibayar tunai. Saat ini tinggal memikirkan beban perawatan dan pembelian bbmnya.
Si boss pemilik Blog benar.
Pada awal tahun 2006 Uang saya cuma 150 juta.
Saya juga cuma beli Timor tahun 2000 seharga 40 jutaan.
Sisa yang 100 juta untuk mendirikan imperium bisnis (Walah..!! ),
Yang 10 juta operasional.
Sekarang belum genap 2 tahun, kalau “imperium bisnis” ini saya “jual”, bisa laku 300juta….
Kalau kreditnya untuk konsumsi, jadinya boros.
Kalau kreditnya untuk produksi, mungkin bisa dimaklumi.
Bukan begitu?
# telmark
Saya hanya ingin menambah wawasan masyarakat agar lebih bijak dan cermat dalam mengambil kebijakan yang menyangkut keuangan keluarganya. Termasuk konsekuensinya dan perbandingan bila konsekuensi tersebut “dialihkan” ke “tempat” lain. Walaupun toh pada prakteknya rasanya mustahil semua orang beli mobil dengan cash, karena pasti tetap aja ada yang membeli dengan kredit… ya kan ? hee…hee.. mengenai perekonomian bakal mati, saya rasa terlalu dini vonis seperti itu pak, malah saya fikir juga pihak perbankan/leasing bakal lebih strategik lagi dalam menggaet konsumen/nasabah mereka.he..he..
Tenang saja pak, saya anggap semua yg kirim balasan di posting ini orangnya netral dan objektif kok…
saya nulis senada ttg kredit mobil di http://papabonbon.wordpress.com/2007/07/30/laba-salesman-kalau-kamu-kredit-avanza/
bunga 12.8 seperti yg dipasang myfamilyaccounting emang keliatan wajar, padahal itu angka udah diupgrade ama orang leasingnya, karena untuk setahunan ini kuncinya di :
rate kredit : 8 %
rate insurance : 3 %
Untuk lebih cermat lagi dalam memilih alternatif membeli tunai atau kredit, lihat saja tingkat bunga dan sistem perhitungannya. Jika tingkat bunga kredit sama atau d iatas tingkat rata-rata bunga Bank (Cost of Debt) maka anda lebih baik beli mobil tunia dengan cara pinjam uang ke Bank.
Perhitungan biaya bensin mestinya tidak disertakan karena itu biaya operasional sebagai pengganti biaya sewa atau ongkos taxi jika kita tidak memiliki mobil.
Demikian juga kurang pas membandingkan membeli mobil pribadi dengan investasi di sektor lain, jelas investasi akan lebih menguntungkan dengan konsumtif, kecuali yang dibeli adalah mobil angkot.
Terima kasih
Ramlan Ruvendi
Membandingkan kegiatan konsumtif dengan kegiatan produktif kayaknya kurang pas, karena yang satu ditujukan untuk menghamburkan sumber daya sementara yang lain untuk menambah sumber daya. Demikian halnya memasukan biaya bensin dan lain-lain sebagai dasar pertimbangan juga kurang pas mengingat pengeluaran itu sama dengan biaya transpor atau sewa taxi jika kita tidak membeli mobil.
Perbandingan yang lebih pas adalah membandingkan antara membeli tunai dengan membeli kredit. Kriterianya adalah lihat tingkat bunga dan cara perhitungannya. Jika bunga kredit mobil yang dikenakan lebih tinggi dari rata-rata bunga pinjaman Bank (Cost of Debt) maka sebaiknya membeli mobil tunai dengan cara meminjam uang ke Bank. Sebaliknya jika lebih rendah maka lebih menguntungkan kredit mobil.
Jika tingkat bunga kredit sama dengan bunga pinjaman bandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk proses kredit mobil dengan biaya proses pinjaman Bank, mana yang lebih rendah itu yang harus dipilih.
Terima kasih
[...] Berfikirlah 1000 Kali Bila Hendak Membeli Mobil Dengan Cara Kredit [image] Kalau saya tidak salah kutip dari suatu tulisan di majalah bisnis terkemuka di tanah air, sekitar 75% […] [...]
saya setuju bahwa lebih baik beli tunai kecuali bila utk disewakan kembali. Bagaimana kalau uangnya tidak cukup ? yaaa, harus nabung terlebih dahulu baru beli.
# kawansyam
Amiin.. mas, semoga tercapai. Aku ikutan nebeng ya kalo udah punya mobil
# uli
) dari mobil tsb selama 3 tahun.
Maksud saya adalah bagaimana bila uang segitu (yg hangus) karena cicil mobil, dengan jumlah cicilan yang sama ditujukan untuk menabung agar pas tiga tahun diinvestasikan gitu. Lalu dibandingkan hasil investasi tsb dengan nilai mobil tersebut. Dari sana tinggal bagaimana kebijakan kita mau beli mobil dengan cara apa? Mau mobil baru tunai, baru kredit, bekas tunai atau bekas kredit.
Bukan masalah fair gak fair, tetapi masalahnya adalah total biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership, betul gak ya…
Harap jangan langsung lihat hasil uang 200 jt tersebut. Lihatlah pada kebijakan dan kecerdasan mengelola uangnya itu lho….
# moefid
bagaimana nih rasanya dengan cara membeli mobil seperti itu, nyaman dan tenang kan. Ceritain dong lebih lengkap agar yang lain bisa tahu….
Nah kan mas Moefid sudah menjadi salah satu contoh sukses dari tulisan saya, selamat ya
# mbelgedez
Wah, kalo yang ini lebih dahsyat lagi. Kalo saya cuma kasih contoh investasi selama 15 tahun. Yang ini malah cuma 2 tahun dengan cara berbisnis. Jadi mobil dapat dan uang jadi berkembang ya… wah..wahh..wah… Bagus-bagus.
# M Shodiq Mustika
Ya betul, bila memang tujuan awalnya seperti itu dan terus konsisten. Jadi misalnya setelah keluar dari dealer langsung ada yang menyewa selama 3 tahun. Berarti selama waktu itu pula kita tidak terbebani dengan bunga plus cicilan (cuma menyiapkan DP aja). Setelah 3 tahun kita dapat mobil yang dibiayai oleh penyewa tersebut.
# papabonbon
Trims atas tambahan informasinya.
# ruvendi
Ya untuk pengelolaan keuangan keluarga yang baik saya fikir membandingkan hal tersebut sangat penting. Karena ini terkait dengan dampak jangka panjang keuangan keluarga plus efeknya juga ke arus kas keluarga.
# Rate Auto
Tapi masalah terbesar kita adalah, bisa gak kita bersabar untuk menabung tersebut? Karena godaan untuk segera memiliki mobil yg bagus dan nyaman sangat kuat. ya gak teman-teman he..he..
Fyuh, alhamdulillaah dpt pengetahuan soal kredit mobil…. Moga aja bisa beli mobil cash ngga kredit…
Mas, yang mengherankan semuanya lebih condong untuk ke “kredit” daripada cash. Teman saya baru 1 minggu lalu beli motor, mau dibayar cash ternyata dealernya gak terima dan nyuruh kredit. Nah kejadian seperti ini saya yakin sudah merembet ke mana2, karena tahu sama tahu kalau leasing pasti akan memberi “upeti” juga kepada dealer.
Sebagai tambahan dan mungkin OOT, sepertinya masyarakat kita condong sudah ke arah yang konsumtif. Terutama kartukredit yang semakin mudah didapat. Buntut2nya semuanya terjerat hutang. Dari yang berduit sampai yang tidak punya uang terlilit.Sedikit sharing, dulu pengawas dari kantor pusat orangnya dikenal di tempat kerja saya, mobil perusahaan dan selalu dikelilingi gadget. Pokoknya perlente deh dengan notebook, ipod, digicam, hp tercanggih+bluetooh canggih dll sbgnya… eh sering handphonenya bunyi saya kirain bisnis apa gitu eh cari2 info dari orang dalam ternyata dia dikejar orang bank karena hutang ampe 3 bank.
# Kamaruddin
Walaupun belum punya data resmi, sepertinya betul mas kayaknya hampir bisa dipastikan setiap keluarga di Indonesia pasti punya utang/kredit konsumtif.
Mengenai kartu kredit saya aja punya 5 biji kok dan sekarang sedang satu per satu saya “gunting”, dan memang kayaknya sekarang gaya hidup/trend masyarakat kita sekarang adalah apabila memiliki utang/kredit.
Saya ingin beli mobil baru sekarang, kagak punya duit tunai, ada solusi lain selain Kredit??? Rampok Bank Misalnya.
Truz kalo misalkan kredit, biayanya jadi lebih mahal, apa itu mobil harus saya pajang di kamar tidur selama 3 tahun. Yang ada juga pasti jadi sarangnya laba-laba n taman bermainnya tikus. Gak usah pake bensin n perawatan. Truz kalo ente beli tunai dikasi minum apa??? Air Pipis?? n perawatannya tiap hari di lap pake kain yang dicelup di air hangat biar gak sakit tuh mobil.
Heee Mas, Om, Pak kek, selain Yang Maha Kuasa, semua yang di dunia ini pasti akan menyusut, termasuk tubuh anda sendiri. Jadi tubuh anda juga perlu perawatan, juga perlu asupan gizi yang cukup agar tu badan tetap sehat dan bugar sampai memang waktunya bagi anda untuk berpulang. Begitu juga mobil anda / mobil second yang anda beli, jelas saja masih tetap mulus n fit karena melalui serangkaian perawatan pada waktu masih di tangan sebelumnya. Cuma saja bedanya, nyawa anda tidak bisa di pindahtangankan. Tetapi sebaliknya, mobil anda masih bisa di pindahtangankan. Entah sampai akan karatan, peot, body yang udah tambal sulam, dsb.
So, kalo ingin memposting sebaiknya di mengerti dan dipahami dulu. Jangan asal copy paste, jadi kembali lagi pada anda, anda yang harus berpikir 1000 kali sebelum memposting sebuah informasi atau pernyataan. Tapi memang benar, bahwa ada kalanya kita harus melakukan perencanaan yang baik terhadap kebutuhan finansial keluarga, apakah rencana yang telah ditetapkan memang benar-benar merupakan bagian dari kebutuhan primer yang tidak dapat ditunda, atau sekunder yang masih bisa ditunda termasuk didalamnya mobil dalam pembahasan anda.
Saya tidak peduli anda dapat dari mana informasi tersebut, tapi menurut saya informasi yang anda posting tidak sepenuhnya benar. Ada orang yang ekonominya menegah ke bawah dan juga menengah ke atas, begitu pula nasib dan rejeki setiap orang berbeda-beda. Sehingga mungkin dengan adanya fasilitas kredit ada dari antara mereka bisa sedikit teratasi bebannya. Setidaknya bisa membantu mereka dalam menata atau memanage finansial keluarga mereka dalam jangka pendek.
# Richmond
Richmond : “…semua yang di dunia ini pasti akan menyusut, termasuk tubuh anda sendiri. ”
He..he.. kayak orang gemuk yg jadi langsing aja, pake susut.
Richmond : “…Jangan asal copy paste, jadi kembali lagi pada anda, anda yang harus berpikir 1000 kali sebelum memposting sebuah informasi atau pernyataan. ..”
Boleh tahu ada tulisan seperti ini sebelumnya? Di mana sumbernya? Karena saya menghabiskan hampir seharian sendiri membuat tulisan ini.
Richmond: “…Saya tidak peduli anda dapat dari mana informasi tersebut, tapi menurut saya informasi yang anda posting tidak sepenuhnya benar. ”
Mas tulisan saya ini jangan hanya dipandang sempit antara benar, salah, sampe badan susut segala. Tetapi lihatlah secara holistik dan komprehensif. Saya tidak menjudge bahwa beli mobil kredit itu salah, tetapi posting saya (dan ini murni hasil karya tulisan saya!) hanyalah bertujuan memberikan wawasan tentang bagaimana agar kita lebih wise/wisdom dalam mengelola keuangan keluarga.
@Richmond:
Bos, saya juga masih draft tulisan saya mengenai hal “Pengelolaan Keuangan” seperti hal ini. Yang jelas mudah2an saya tidak dituduh “menjiplak” oleh om empunya blog ini. Saya baru ketemu blog ini kemaren sore dan menggelitik saya untuk meninggalkan jejak saya.
Inti dari post ini supaya pembaca tidak terjebak kredit lingkaran setan. Kalau kita memiliki uang yang cukup maka silahkan kalau tidak punya uang yah monggo silahkan dikredit asal untung rugi dan leasingnya diperhatikan dan dihitung masak-masak. Yah ndak mungkin kita suruh yang gak punya duit ngerampok, jual narkoba atau korupsi
Dengan keuangan yang masih pas-pasan lebih bijak memilih mobil bekas sesuai budget. Anda mungkin tahu kalau mobil baru mempunyai cost tertinggi di 10.000 km pertama (CMIIW). Tidak percaya? Coba anda jalankan mobil baru anda dan anda pura-pura jual di dealer. Anda akan kaget betapa “jatuhnya” harga mobil anda padahal baru 10.000 km.
Well ini pendapat saya pribadi
PS. om, kalau saya ada nulis tentang hal ini boleh ngunjungi yah hehehe…..
# Kamaruddin
Wah saya baru tahu tuh kalo cost mobil baru sangat tinggi di KM tsb? Di mana alamat tulisannya mas?
“”Boleh tahu ada tulisan seperti ini sebelumnya? Di mana sumbernya? Karena saya menghabiskan hampir seharian sendiri membuat tulisan ini.”"
Ok dehh, saya mohon maaf banget tentang kata-kata yang tidak berkenan, saya menghargai tulisan anda. Tadinya saya berpikir kalau tulisan ini anda dapatkan dari sumber lain. Karena dari tulisan kecil dibawah Judul diatas, tertulis “Ditulis dalam Fenomena, Kecerdasan Finansial, Keuangan Keluarga, Kiat Praktis oleh MFA-WP pada September 19th, 2007″. Jadi kata “Ditulis” pada kesimpulan saya, tidak berarti anda yang menulis. Kecuali bila anda membubuhi nama anda di akhir tulisan anda.
Sebab saya mendapat tulisan ini langsung dari sebuah milist, ah coba-coba aja baca, Pikirku!!! Satu kesalahan saya lagi saya tidak mencoba untuk melihat link yang lainnya untuk mencari, siapa penulisnya.
Sekali lagi saya mohon maaf ya mas MFA-WP. Ini membuktikan bahwa diterimanya komentar saya yang pertama oleh anda, menunujukan kalau anda seorang bloger sejati yang pantas diacungi jempol, yang sudah berani menerima komentar, yang hhmmm…..bisa dikatakan agak sedikit gak sopan.
OK, Terima Kasih. Sudah bisa membaca tulisan anda, dan bisa menanggapi komentar yang tidak menyenangkan.
Regards, Richmond. G
# Richmond
Saya terima permintaan maaf mas, anggap aja ini sebagai pembelajaran bagi kita semua.
Mas, jujur saja… saya kok kurang sependapat yach..menurut saya semua biaya tadi merupakan konsekuensi dari membeli mobil (baik kredit ato cash). Ada uang bensin dan perawatan. Ada asuransi dan biaya STNK, dll. Tapi ada juga keuntungannya seperti silaturahmi tadi juga aktualisasi diri, dll.
Sama halnya jika kita membeli rumah jelas harus ada uang sosial dengan tetangga, bayar listrik, PAM, PBB, ngecat, nambal bocor, beli perkakas rumah dll. Semua perlu uang. yang malah lebih besar dari harga rumahnya. Trus kenapa gak kontrak aja?
Semua akan kembali pada kebutuhan. Bahwa harga yang dibayar akan lebih besar dari cash, kita semua menyadarinya. Toh secara akuntansi kalo aktiva mau besar ya perbesar juga modal ato pasiva.
Sebab tidak semua harus hitam putih soal uang. Kesannya kok hidup cuma uang aja.
Salam.
# nindityo
he..he….. memang susah ya memberikan pemahaman yang baik tentang bagaimana bisa mengasah kemampuan agar bijak dalam mengelola keuangan. Sehingga kita tidak terjebak dalam perhitungan sempit dan jangka pendek sehingga tidak jarang menjerumuskan kita menjadi keluarga yang konsumtif. Tapi terlepas itu semua, silahkan memilih kebijakan finansial keluarga sesuai keyakinan kita masing-masing.
whatever…lah
kalau mau beli mobil…yah beli aja…
kalau nggak mau beli yaudah…
selesai…
tinggal yang penting…punya duit nggak?
Saya juga membeli mobil secara kredit. Tapi strategi saya adalah, DPnya 50% jangka waktunya cepat, 2 tahun. Wkt itu harganya 217 jutaan, saya bayar DP 100 juta, sisanya saya putar di bisnis yang hasilnya lebih besar dari pada bunga yang saya bayarkan.
Sekarang mobil itu sudah hampir lunas. Beberapa hari lalu saya ditawari untuk mengalihkan sisa kredit ke perusahaan leasing yang lain plus ditawari dana modal kerja dengan bunga cukup rendah.
Membeli mobil baru dengan kredit, memang “masalah” menurut saya. Tapi, kalau kita punya rencana lain dengan uang tunai kita, misalnya untuk modal kerja, saya rasa keputusan ini tidak begitu bermasalah, malah jadi solusi juga. Kalau saya terima tawaran dari leasing baru itu, artinya mobil itu bisa dileverage menjadi asset juga, alias menghasilkan uang.
Saya membeli mobil dengan cara strategi pasif Income…artinya bukannya saya yang membayar semua cicilan kredit mobil tersebut…tetapi konsumen2x saya tergabung dalam bisnis saya yang membayarnya.
saya tidak bekerja dengan keras..tapi saya bekerja dengan pintar…cukup satu jam dalam seminggu saya mendapatkan gaji dalam sebulan…saya bermain pada bursa saham,option dan option.
Ikutan nimbrung ya mas.
Sekitar 70% penjualan mobil (baik pribadi maupun kendaraan umum seperti truk dan bis) dilakukan melalui kredit. Yang untuk bisnis oke saja, tapi yang untuk pribadi, nah itu yang dibahas di sini. Kenapa orang mau kredit? Karena beli tunai tidak bisa, sementara UM bisa bayar, angsuran bisa bayar. Perkara bunganya tinggi, sepanjang bisa mengangsur, tidak masalah. Yang belum dibahas dengan jelas di sini adalah: manfaat setelah bermobil. Kalau mas Ardian bilang: kalau butuh mbok sewa saja, masalahnya begini mas:
Di pekarangan rumah musti terlihat mobil bertengger, biar dilihat tetangga (jadi tidak harus bersilaturahmi). Apalagi sudah 2 tahun bekerja, dan baru saja diangkat sebagai asisten manajer. Kebetulan pula sedang musim hujan, wah, pokoknya segala alasan dikumpulkan, sehingga akhirnya terbelilah mobil itu. (Saya pernah ngalami soalnya, dulu dari keluarga miskin, gaji kok cukup buat kredit BMW 318i second, akhirnya kredit 3 tahun dan terbayar lunas hehehe). Dalam kasus saya ini, memang bunga tidak saya pertimbangkan, karena yang penting: sudah ada mobil keren di depan rumah, kalau pergi2 jadi pede gicuuu, dan hingga sekarang gak rewel, dan malah jadi pengurus BMW Club di Yogya (cihuuuy, tingkat nasional ada di http://www.bmwcci.org kalau pada mau nengok).
Namun saya setuju dgn Mas Ardian, sebisa mungkin jangan kredit lah. Memang nilai jual akan turun (gak cuma 8% per tahun mas, bahkan bisa 15%-20%).
Kalau boleh nambah, saya justru mengingatkan teman2 semua untuk TIDAK MUDAH TERGIUR kartu kredit. Boleh saja menggunakan kartu kredit bulan ini hingga Rp3juta misalnya, tapi harus sudah ada duit Rp3juta juga sehingga bulan depan bisa dilunasi. Setiap minggu, paling tidak di harian Kompas, ada saja tuh surat pembaca yang komplain tentang perilaku para penagih kartu kredit yang bergaya preman. Saya juga pernah mengalami, sudah melunasi 6 bulan yll, tiba2 diumpat2 dibilang belum bayar dsb. Saya tunjukkan bukti pembayaran lewat klikbca dibilang cuma akal2an saja (%#$@*&#%$#). Akhirnya saya kerahkan teman2 di BCA untuk menyatakan bahwa pembayaran tersebut valid, dan saya mengancam memperkarakan penerbit kartu kredit ke Polisi, akhirnya bossnya mau mengalah dan meminta maaf (saya tulis di http://www.detik.com kok).
Namun, kalau kita semua tidak ambil kredit, temen2 kita di bank banyak yang dipecat dong? Hihihihi…… kasiaaan deh lu…eh mereka….
Sekedar informasi tambahan, bisa dilihat juga tulisan di sini:
http://www.menabung.info/2007/10/12/beli-mobil-cash-atau-kredit/
thanks
dari pada kredit mobil, lebih baik aku membuka pabrik pakaian dalam wanita………..? dapat segudang…..lohhhh.??/ he..hhe
kalau soal ekonomi kamu boleh adu dengan saya,, siapa yang lebih pintar….orang yang bekerja di bidang pengkreditan hanya mengandalkan kecerdikan dalam berfikir…..bagaimana mendapatkan keuntungan dengan segala cara….dasar bibit penipu…………………………..
Dear all temen..
Bicara kredit mmg sangat menarik pasalnya ada yang suka dan da juga yang ndak. Yang suka pasti bilang tu cara gampang diawal tapi susah ditengah dan tenang diakir.
Gampang diawal kita dapat naik mobil baru walau sikit modal dulu. Susah ditengah yaitu susah tiap bulan ditagih trus ama lesing. Enak diakir maksudnya kalo ndak kredit beli cash tak mungkin sanggup.
Tapi kalo mmg kita jiwa petualang bangus kredit aja ssb kalo hidup relek
tak ada beban pasti susah maju pasti ndak mau kerja keras, bangun pagi malas malas dan berhemat. Paling tidak telat tidur tapi cepat bangun mikirin dimana cari duet kredit.
Tapi kalo idup gaya enjoy pasti ndak mau dikejar kejar kredit enak naik mobil secon seharga DP kredit.
Kesimpulan kita pulangkan ama selera ama gaya idup seseorang…
Tapi harus diakui mau hidup senang pasti susah dulu,..mungkin dikejar kredit salah satu hidup susah.
Banyak orang kaya di dunia ini semuanya gaya hidup spekulan alias daring life style. Orang yang amat concious kesadaranya agak susah maju dan kaya. ndak percaya mari kita coba yukk….
Gitu loh…he..he..
Menarik sekali artikelnya….
sampai saya tertarik dan tergelitik untuk memberi comment…
kalau menurut kacamata saya semuanya tergantung pada type orang yang akan membeli suatu barang. yaitu apakah orang tersebut berjiwa wirausaha atau tidak. Pada umumnya seorang pegawai dengan pendapatan tetap akan berusaha bermain dengan aman dan akan takut jika ambil kredit. apalagi ketika mendengar cerita2 dari teman2 atau kolega yang pernah punya pengalaman buruk akan kredit. akan semakin membuat dia berpikir 1000 kali hehehe….(saya memduga Mas yang menulis artikel ini adalah seorang pegawai dengan penghasilan tetap–> maaf kalau dugaan saya salah).
Tapi apakah ini terjadi pada seorang yang berjiwa wirausaha. saya pikir tidak begitu. orang yang mempunyai jiwa wirausaha akan berpikir ini adalah bagian dari tantangan yang harus dihadapi dan resiko yang akan dia ambil. Jika dia mempunyai uang sebesar 100 dan harga mobil baru sebesar 100 juga, saya berani jamin dia akan ambil kredit mobil dengan hanya bayar 20 dan sisanya diinvestasikan ke instrumen lain dengan harapan mendapat keuntungan yang lebih besar. Tentu saja ada resiko merugi bahkan hilang sama sekali…., tapi itulah seninya dan orang yang berjiwa wirausaha akan siap untuk menerima hal itu. karena di balik itu ada secercah harapan untuk mendulang keuntungan.
Jadi tidak ada yang salah dengan semua pilihan-pilihan itu…, karena memang dalam hidup ini semua adalah pilihan-pilihan. Jadi semua terserah anda. Apa mau hidup biasa2 saja dalam kondisi aman2 saja atau mau hidup rumit, complicated tapi ada timbal balik yang mungkin mengubah hidup anda di kemudian hari….
Salam,
Ajay
saya setuju dg pendapat anda tentang mobil…mending beli 2nd tapi ya mesti ngecek kondisi mobilnya dulu…tapi…
investasi dengan return 10%(flat)???
jika anda menemukan investasi seperti itu dan NYATA…tolong saya dikirim e-mail ya…thanks…
Cara berpikir yg gak tepat .. perhitungan ngawur .. anda pasti karyawan yang nyambi cari tambahan diluar yang dengan bangga bilang itu “bisnis” ..
Mungkin saya salah .. tapi percayalah cara saya berpikir dulu juga seperti anda .. yang berpikir investasi itu ya nabung trus kalo udah banyak di “investasikan” .. atau investasi sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit .. wah jangan2 blom jadi bukit udah rontok kena gempa .. saya juga bukan oang leasing/bank .. yang jelas investasi itu nggak cuma dalam bentuk uang/barang ..
Ah…kalo dihitung kayak gitu ya rugi bandar…tapi kalo mobil itu ternyata bisa membantu kerjaan shg lbh mudah…hayo gimana ngitungnya? panjang lagikan? jd tergantung anda gunakan buat apalah beli mobilnya…kredit ya pasti lebih mahal…kan ada time value of money-nya…mas perhitungan di posting di tempat lain aj lah…he..he..he
formula simplenye gini kali:
if “ga punya duit” and “ga perlu mobil” then jangan dibeli;
if “ga punya duit” and “perlu mobil” then bisa kredit;
if “punya duit” and “perlu mobil” then bisa cash;
if “ga punya duit” and “pengen gaya” then pinjem mobil temen/bokap/ sodara/rental (tp jgn ketauan lawan hehehe);
if “ga punya duit” and “Ngotot bermobil” then kerja cerdas/keras, doa minta yg kuasa tuk dianugrahi cukup rejeki biar bs beli hehehe….
intinye, jgn memaksakan kehendak diluar batas beban kemampuan.
saya kira fokus disini adalah PERENCANAAN dan PENGELOLAAN keuangannya, bukan sekedar kredit/cash tuk beli mobil/properti lain.
Memang aneh sekali..
1. Saya telah mencoba mencari dari mana angka Rp 227.360.300 diperoleh kok ga nemu yaa… goblok amat saya.
2. Bagaimana kita mau Inventasi sebesar Rp 228.710.300 ditahun pertama, sedang awal uang yg kita keluarkan mula-mula hanya Rp. 47.772.800,- dan baru pada bulan-bulan selanjutnya kita keluarkan untuk cicilan Rp 3.787.500 per bulan.
3. Pengeluaran untuk pajak, bensin dan pemeliharaan bukan merupakan Investasi tapi merupakan biaya operasi kendaraan.
4 Pengusutan dihitung berdasar kan harga perolehan yg wajar mas, yaitu dari harga tunai. Saya gak tahu tuh darimana Biaya penyusutan Rp 31.512.000,- di hitung.
Jadi kesimpulannya, saya udah tolol dan setelah membaca tulisan itu bukannya tambah pintar, kok malah jadi tambah tolol yaa…
awalnya saya juga berfikir bahwa membeli secara kredit banyak ruginya… tapi setelah membaca tulisan LIGWINA HANANTO saya jadi mempertimbangkan membeli secara kredit… selama angsurannya tidak lebih dari 30%, mungkin uang yg seharusnya saya gunakan utk beli cash bisa saya putar dulu ke instrumen investasi yg return-nya lebih besar dr bunga kredit saya…
gimana? mungkin bisa cek di http://www.tujuanloapa.com
Kalo baca ini wah bisa2 pada gak beli mobil baru nih. Kalo aku, kalo emang udah sanggup buat cicil ya beli aja tuh mobil kredit. Pengalaman sebelumnya pake mobil bekas thn tua, udah boros suka jajan lagi. Padahal kita butuh buat kegiatan sehari2. Akhirnya dijual, tambahin sedikit buat dp beli mobil baru. Keuntungannya bbm jauh lebih irit, praktis selama 3 th tdk ada kerusakan & garansi. Kalo ada tabrakan dicover asuransi. Gengsi juga naik. He..he.. Pernah juga kepikiran buat kredit mobil second yg 1 th atau 2 th lebih tua dari yg baru. Tetapi setelah dihitung2 jatohnya sama aja. Bunga mobil second jauh lebih tinggi, trus harus mikirin biaya balik nama yg mahal, dll. Jadi intinya silahkan beli mobil baru kredit, asalkan sanggup nyicilnya. Gak usah dipikirin deh tuh bank untungnya berapa. Bikin sakit hati aja. Yg penting sama2 senang.
‘mas… ga sengaja mampir disini gara2 mau cari link buat simulasi kredit mobil… Waduuh, meres otak dan capek baca semua isi commentnya trus jadi medan wacana setuju sama ga terhadap bog mas ini.. ” kalo saya ambil garis tegasnya wacana anda ‘Berfikirlah 1000 Kali Bila Hendak Membeli Mobil Dengan Cara Kredit’ itu cocok kalo ditambahan kata depan “Keluarga”. atau orang yang hidupnya sekedar cukup memenuhi kebutuhannya dan sedikit sisa pendapatan untuk menabung dan bersabar (ngempet) selama beberapa tahun untuk bermimpi memiliki sebuah mobil idaman dan saya SETUJU pendapat anda.
Ohya mas, Mumpung disini banyak pakar pemikir mohon pendapat apa lebih baik saya menabung atau kredit, atau tetep rental yang sebulanya sampai 2.8jt-4jt. sedang saat ini ga punya banyak duit cash buat beli mobil, jd masih rental dulu. Sudah 8 bulan ini saya mulai usaha dengan rata2 per bulan pendapatan bersih antara 12 jt s/d 15 jt sedang hasil uang tersebut langsung lebih saya prioritaskan untuk membeli aset2 kantor dan stok barang. Apa saya tetep rental atau tunggu setaun lebih untuk memiliki mobil baru mengingat operasionalnya selama 3 tahun dapat diminimalis; resiko kerusakan,ganti ban,irit bbm, dsb.Mohon pendapat mas mas sekalian mana yang lebih 1000 kali MENGUNTUNGKAN …. matur nuwun.
Ini jelas ngaco, 4 tahun lalu saya dan teman saya sama2 mau ambil xenia yg saat itu baru terbit. Tapi karena pemikiran itung2 untung rugi dan pembengkakan biaya seperti dipaparkan diatas, saya urung belia xenia akhirnya beli timor secara cash dgn harga 40 jt an. Sedang teman saya tetap ambil xenia dgn uang muka 30 jt an. Faktanya pasar mobil second di indonesia susah utk diandalkan. Mobil saya lebih sering mogok dan menghabiskan biaya maintenance yg banyak. Sedang teman saya hanya mengeluhkan uang setoran saja (yg mungkin sama banyak dgn uang yg saya keluarkan jika di perbulankan). Sekarang mobil saya sudah terjual dgn harga yg sgt jatuh, sedang teman saya masih ok dgn mobilnya. Saya sedang berencana kredit mobil saat temukan situs ini.
Menurut saya membeli mobil dgn kredit tergantung pada penghasilan orang tersebut, kalo mis per bulan gajinya 10jt.. why not kredit aja daripada harus tabung selama 2 tahun atau lebih (dgn catatan 5jt/bln x 24bln = 120jt) baru bisa membeli mobil secara cash.. duhhh… lama booo….
Saya rasa tulisan anda dengan subject “Berfikirlah 1000 Kali Bila Hendak Membeli Mobil Dengan Cara Kredit” bagus juga, karena bisa memberikan gambaran cara mengelolah keuangan dengan bijak. Salah satunya dengan menulis subject ini.
Saya mempunyai dana 80 jt ; sebenarnya kepikiran juga untuk beli mobil cash atau kredit. Tapi setelah dipikir-pikir ada 4 pilihan; 1. beliin tanah dan bangun kontrakan. 2. Beli mobil second. 3. Renovasi rumah. 4 Pergi Haji ke tanah Suci.
Kira-kira mana pilihan yang lebih bijak menurut pandangan temen-temen?
Wasalam,
BenQ
Luar Biasa ……
Jika tulisan tersebut bertujuan untuk memicu dan membantu kita berfikir secara cerdas, maka tulisan tersebut berhasil 50%. WELL DONE
Pada dasarnya hitung tersebut kurang tepat karena tidak memenuhi syarat sebagai analisa penunjang keputusan.
Akan lebih cerdas lagi bila kita menghitungnya menggunakan analisa nilai (Value analysis) dimana kita memasukkan asumsi dan situasi yang jelas.
Mungkin bisa dibuatkan template sederhana yang bisa menjelaskan cost dan benefitnya lengkap dengan kriteria dan bobot pengambilan keputusan.
Hitungan tersebut hanya menggambarkan besaran uang yang terlibat pada saat seseorang mengambil keputusan membeli secara kredit dengan dibandingkan kegiatan investasi, tanpa melihat latar belakang keputusan tersebut. Dimana tingkat return investasinya 10% (cukup tinggi untuk saat ini) tanpa penjelasan tingkat resiko investasi dan perlakuan perpajakan.(hal mana yang saya yakin akan dijelasakan lebih lanjut oleh penulis sebagai perwujudan niat baik penulis dalam menulis tulisan tersebut.)
Hidup adalah pilihan. Setiap hari kita mengambil keputusan untuk hidup dan berkehidupan. Kita mengambil keputusan dari alternatip pilihan yang ada. karenanya jangan sampai kita salah menganalisa alternatif pilihan yang ada dengan analisa yang tidak cerdas. Termasuk semua keputusan yang menyangkut keuangan pribadi dan keluarga.
Hidup adalah asa (harapan). Setiap hari kita berharap esok hidup kita akan lebih baik dari hari ini. Demikian juga perihal keuangan kita dan keluarga. Gunakan kecerdasan kita untuk mengelola asa (harapan). Terlalu optimis tidak cerdas, namun terlalu pesimis lebih tidak cerdas.
Tantangan kita adalah bagaimana kita menjaga agar kita selalu berpengharapan untuk hidup. Yang nyata adalah bahwa setiap hari kita berubah paling tidak kita semakin tua, yang mestinya semakin cerdas.
Yakinlah kita semua makluk Tuhan yang cerdas.
Sedemikian cerdasnya hingga sebagian kita tidak sadar akan kecerdasannya dan membiarkan diperbodoh oleh lingkungan dan materi.
Untuk penulis selamat dan terima kasih semoga anda selalu bahagia.
Salam,
Adi Widiatmodjo (+62-813-10-339955)
Personal/Group Coach & Business Adviser
sy pikir pendapat U sah2 aja. semua harus dilihat proporsional. karena tidak semua kredit itu MERUGIKAN. Yang bodoh adalah orang tanpa berpenghasilan, tanpa bekerja tapi nekat ambil kredit, tanpa memikirkan angsuranya. Justru kredit bagi orang yang mengandalkan penghasilnnya dari obyek kredit akan merasa terbantu, tentu sekali lagi ambil kredit dgn PERHITUNGAN SESUAI KEB UTUHAN, bukan dengan SESUAI KEINGINAN.
g heran….kenapa “Rp. 227.360.300,” bisa disebut uang hilang ya? …padahal kalo mo diitung…sebenernya pada akhir selesai nyicil 3 tahun…kita masi punya mobil nya (ok kalo mo diitung penyusutannya, tapi kan tetep bisa jadi uang kalo itu mobil dijual) jadi kalo mo dibilang “Rp. 227.360.300,” itu uang hilang itu salah besar…setidaknya uang hilang itu adalah bunga selama 3 tahun + penyusutan selama 3 tahun …..kalo uang buat bensin, service, dll mah mo cash ato credit jg pasti harus keluar…
lom lagi untuk ilustrasi investasi 10%/year flat? …itu juga salah…masa tahun pertama aja ud punya dana Rp. 227.360.300, ? ga fair en ga apple to apple….harusnya tahun pertama ya mulainya dgn DP mobil donk….baru tiap tahun diitung bunga nya + ditambah dgn cicilan mobil…disana baru keliatan perbandingan yg fair…
regards,
heran
Sori nih, saya langsung kritik aja tulisan anda mas MFA.
Ada beberapa kekeliruan anda:
1. Bensin, pajak, pemeliharaan, dan asuransi kok dimasukkan dalam total biaya keseluruhan? Emang kalo beli tunai ga pake bensin, pajak, pemeliharaan, dan asuransi? Ya tetap pake dong.
2. Anda membandingkan kredit selama 3 tahun dengan investasi selama 15 tahun. Ya ga fair dong. Kenapa ga fair? Pertama, membandingkan kegiatan konsumsi dengan kegiatan investasi. Kedua, kredit 3 tahun dibandingin dengan investasi 15 tahun. Okelah, kita anggap aja fair membandinkan konsumsi vs investasi, tapi investasinya 3 tahun juga dong, kan kreditnya juga 3 tahun.
3. Ujung2nya anda menyarankan supaya beli mobil bekas dan tunai. Lho, tadi katanya mau investasi. Jadi sebaiknya tulisan anda ini dipisahin: Mau bandingin konsumsi vs investasi atau beli mobil tunai vs beli kredit. Jangan dicampur2.
Buat saya tulisan anda tidak mencerahkan.
Ya ialah…
kalau hitug hitungannya begitu terang aja ..
tapi apa investasi itu juga yakin meguntungkan 100 % ? gak juga kan
lantas apakah perhitungan setelah 3 tahun itu kita yakin ngumpulin uang sebanyak itu ? gak juga kan ?
Kayaknya semua orang juga tau kerugian beli kredit .
Temen saya Si “A” memumustkan beli mobil dengan cara kredit.
walapun dengan ngirit sana sini sampai 3 tahun .
Temen saya yang lain si “B” memutuskan menabung uangnya sampai 3 tahun baru membeli mobil .
Hasilnya temen saya si A udah punya mobil setelah 3 tahun
temen saya si B , jangankan beli mobil, beli sepeda aja kagak.
pilih mana ????
Mobil itu kan barang konsumtif… jadi gak bisa dinilai dengan uang yang 227. Jt. kan selama 3 tahun banyak bisa bapak lakukan dengan mobil itu. yang jelas gak bayar taksi kalau pergi ke pesta atau kemana mana.
gak bikin anak sakit kalau mau pergi kemana mana.
emang kalau inves 227 jt.punya uang kagak ?
nah.. karena gak punya uang makanya kredit…gitu lho pak.
wong Negara aja minjam dengan cara kredit koq….
kenapa gak bapak saranin aja negara ini biar gak minjam dengan cara kredit. pake 20 tahun lagi.
hmmm… menarik sekali tulisan anda ini, sangat bermanfaat, thanks.
oh ya, terlepas detail biayanya, tapi point yang disampaikan dalam tulisan ini sangat baik, mending melihat itu aja.
oh ya, jadi tersugesti nie, nanti kalau ada udah punya uang utk beli mobil, mau beli yg second hand ajah…
Salam Berbagi…
Senang berteman dengan orang yang senang berbagi….
Jadi pengen nimbrung..menurut saya sih kebutuhan akan mobil itu relatif ya. Kalau masih single atau sudah berkeluarga tapi belum punya anak, rasanya naik sepeda motor saja sudah cukup. Uang yang ada bisa diputar dulu di investasi lain agar lebih berkembang….
Nah kalau sudah punya anak, atau istri sedang hamil..mungkin baru kepikiran punya mobil, terutama untuk hal-hal yang darurat. Apa tega kalau anak sakit dibonceng naik motor ke dokter..udah hujan, becek, gak ada ojek..he..he…atau ngebonceng istri hamil lewat jalan-jalan Jakarta yang lubang-lubangnya semakin hari semakin parah..yang ada ntar malah keguguran ^_^
Beli tunai memang cara paling baik, tapi itu kalau kita memang punya tabungan yang cukup…kalau tidak ada, ya kredit salah satu caranya. Saya pribadi lebih memilih jika terpaksa harus membeli mobil, ambil yang mobil baru atau jika tidak ambil mobil second yang baru berusia 1-2 tahun dengan jarak tempuh rendah. Mobil second yang berusia diatas 5 tahun memang relatif lebih murah, tapi perlu diperhitungkan biaya perawatannya yang pasti jauh lebih mahal dari mobil baru, apalagi jika pemilik sebelumnya bukan tipe yang care terhadap mobilnya.
Numpang tanya mungkin mas bisa kasih pencerahan.
Saya umur 32 thn masih bujangan, pendapatan 9 jutaan/bulan. Tanggungan 1 orang (ortu).Saya punya KPR 1,7 jt/bulan (sudah jalan 1 tahun – 10 thn KPR), pengeluaran ++ 3-4 jutaan/bulan.
Saya punya motor untuk transportasi rumah-kantor.
Pengen si punya mobil buat tongkrongan, selain itu juga kayaknya naek motor terus paru-paru bisa gosong, jadi gimana dong kira-kira saran mas
Selain itu saya punya cita-cita untuk membeli sebidang tanah untuk dibangun kontrakan sebagai usaha/investasi tambahan selain hasil gaji dari bekerja?
Yang mana yang harus didahulukan? Beli mobil atau investasi?
Mohon sarannya?
Wah aku setuju banget nie….cara perhitungannya sangat bijaksana…dan selama ini memang aku telah mengedukasi beberapa rekan-rekan yang ingin mengambil mobil dengan cara kredit…agar dapat berfikir dengan bijak…mungkin untuk rekan-rekan lainnya agar fasilitas kredit yang ada / di tawarkan oleh pihak leasing maupun perbankan dapat di kelola dengan baik….menigingat bunga nya yang lumayan tinggi…sehingga jika kendaraan tersebut diperoleh dengan kredit tetap memiliki nilai yang ekonomis…sedangkan untuk biaya bensin & perawatan lainnya setahu saya..item2x yang mendukung untuk mempertahankan /menjaga sebuah aktiva yang akan di peroleh dimasukkan sebagai biaya perolehan..makanya bagi penulis kesuluruhan item tersebut di hitung… ( alo ngga salah itu adalah perlakuan yang terdapat dalam akuntansi …)
Tulisannya bagus…
# Ikman
Dari paparan Anda diketahui:
Pendapatan Gaji Rp. 9.000.000
Pengeluaran Rp. 3.500.000 (kita asumsikan all-in)
Cicilan Hutang Rp. 1.700.000
Kita analisa dulu ya.
Rasio hutang Anda adalah 18,8%. Ini masih ditoleransi, karena batas maksimal yang ditoleransi adalah 30%. Artinya Anda masih ada kelonggaran sekitar 11% lagi untuk berhutang yang kira-kira setara Rp. 990.000.
Berarti Anda diperkenankan mencari hutang dengan cicilan maksimal Rp. 990.000. Tapi ingat lho, itu belum termasuk persiapan uang muka yang harus Anda siapkan untuk mengambil cicilan kredit mobil.
Jadi, keputusannya tinggal kembali kepada Anda, apakah kebutuhan mobil tersebut sudah sangat penting bagi Anda? Atau cuma sekedar untuk gaya?
Misalnya Anda ingin bermaksud berinvestasi dengan membeli sebidang tanah untuk dikontrakkan, ada beberapa langkah yang dianjurkan:
Setiap bulan Anda langsung sisihkan minimal 10% (lebih besar lebih baik) dari gaji Anda (sekitar Rp. 900.000) untuk ditabung atau masukkan ke instrumen reksadana agar nanti tiap bulan bisa berkembangbiak. Setelah dirasa cukup baru deh Anda membeli sebidang tanah untuk investasi. Bisa dengan kredit atau tunai.
Mungkin itu dulu, semoga membantu.
kita g boleh mendahului kehendak Tuhan, klo merasa mampu untuk menyicil, berarti mampu untuk menabung, jadi lebih baik menabung dulu baru beli mobil…… kan enak beli mobil dengan hasil sendiri…. saya g setuju klo hanya untuk gengsi2an.
“Total Biaya Bensin : Rp. 36.000.000
Total Biaya Pajak : Rp. 4.500.000
Total Biaya Pemeliharaan : Rp. 8.400.000″
He2..bensin mah tergantung pemakaian, pemeliharaan juga sangat tergantung mobilnya apa. Biasanya yang baru pemeliharaannya malah ga ngabisin duit, yang bekas justru sangat2 potensial merongrong kantong kita dengan ganti sparepart, service sana sini dan lain sebagainya.
baru aja mo kredit estilo, uadah baca bginian…..hikzzzz…
pendapat gw niy yak.
Sebagai manusia yang sejatinya konsumtif sejak lahir sampe mati, kayanya ga lolos kita dari biaya ini itu, klo cuman kredit mobil sampe biaya bensin sehari2 mah udah jadi kodrat kta sebagai manusia yg aktif, produktif dan konsumtif. soalnya kita hidup ga sendiri , kita butuh sosialisasi, aktualisasi smpe modernisasi kita sendiri nah beli mobil baru ato bekas secara khusus tuh baru segelintir tindak tanduk kita sebagai manusia yang berbudaya, ga bisa dihindarilah isu kredit mengkredit ini sebagai perkembangan budaya, apa mau dikata, kredit itu dah jadi salah satu kebudayaan indonesia yg cukup kontroversi sekaligus populer, nah sebenarnya tulisan2 anda2 pun merupakan indikasi perkembangan kebudayaan kita. dimana kredit mengkredit ini hanyalah satu bagian kecil darinya.
kesimpulannya coba anda pikirkan sendiri karena tema ini bersifat relative subjektive, karena tiap pendapat yg berbeda masing2 mempunyai kekuatan opini trsendiri. jadi tidak ada yg benar dan tidak ada yang salah atau tdak masalah apa yg salah dan apa yang benar yang penting adalah anda tahu yg anda lakukan karena baik buruknya anda yg mengambil hikmahnya.
gw jg soalnya mo kredit mobil abis beli tunai blom sanggup, tapi tuntutan sehari2 memang harus punya mobil apa boleh buat bagi gw.
Sepertinya judulnya diganti dengan “komentar-komentar 1000 buah bila hendak beli mobil dengan cara kredit”
Ada yang pro dan kontra tergantung dari masing-masing individu – kita tidak bisa men-judge bahwa yang membeli dengan cara kredit adalah kelompok termasuk orang-orang bodoh. Kalau mereka punya uang, pasti akan beli cash. Mereka punya reasoning dan banyak yang mungkin pintar dalam strategi keuangan mereka. Selain itu jangan lupa kita juga manusia, punya rasa punya hati…. tidak stick kepada suatu perhitungan-perhitungan yang matematis dan terkesan ada arogansi (….pelit maksudnya). Kalau dihitung mungkin dengan nilai sosial yang bersifat intangiable bisa jadi nilai uang hangus yang ratusan juta tersebut akan menjadi balans atau surplus – kita tidak tahu.
Cuma kok cara perhitungannya ganjil ya. Dan perbandingannya nggak cocok.
Kenapa biaya bensin, STNK, dan pemeliharan diikutkan sebagai uang hangus ???. Logikanya itu adalah biaya energi yang memang pasti akan hilang. Seharusnya dibandingkan dengan biaya transportasi lain dengan taksi, bis umum, angkot, ojek, becak dll. Tambahan pula nilai intangiable misalnya ; berdesak-desakkan di bis atau angkot, kehujanan, menunggu, kena debu dll.
Seperti pendapat teman-teman lain di forum ini, nggak fair juga nilai 200- an juta yang dianggap sebagai uang hangus dibandingakan dengan investasi 15 tahun. Darimana saya dapat 227 juta selama 3 tahun ??. Saya pikir(apalagi yang sudah berkeluarga) dengan menabung keras saja kita sulit punya uang sebanyak itu selama 3 tahun.Kredit mungkin bagi sebagian orang bisa menjadi sarana menabung. Coba dilihat kredit rumah – kalau dipikir dengan nilai tabungan dibanding kredit rumah kita pasti merasa rugi.
Saya rasa masalah kredit mobil – multifaktor dan jangan dilihat dari sisi keuangan saja, tetapi harus dilihat dari sisi lain.Hal ini memerlukan penelitian sehingga dari hasil penelitian itu kita punya data. Tidak melulu melihat dari satu sisi saja yaitu uang yang menjadi pandangan kita selama ini.
kalau punya uang Rp. 227.360.300, ya beli mobil cash pak, gimaana to sampean ini…
Kalau hanya sebagai bahan pemikiran dan perbandingan sih tulisan/ulasan ini sih boleh boleh/ok ok aja…tapi kalau secara keseluruhan dalam perspektif yang luas dan dari berbagai aspek ya nggak pas…ehehehhehe
Hampir seluruh orang yang statusnya pegawai di seluruh dunia ini saya kira beli mobil pakai kredit. Kenapa hanya ditulis Indonesia saja?
sutuju…dengan isure02,
jangan terlalu memaksakan diri, malah jadi prahara dan ga baik untuk kesehatan….
ikut TIENS aja biar dapet mobil GRATIS..MERCY bow..
ga usah tunai ato kredit
cukup bayar dengan kerja keras dapet income buat pendidikan anak, pensiun, bli rumah juga, pengeluaran rumah tangga tiap bulan…
gini mass…ya
pengalaman saya nehh..saya bli mbl apv th 05 dengan cara kredit tdp saat itu 15juta cicilan 3.524.000,- selama 35 bln harga cash saat itu sekitar 110 juta yang type L klo dihitung2 memang rugi dengan harga mbl saat itu 110jt dan saya byr secara cicilan mencapai 138jtan dan sekarang..? hrg second apv type L paling2 sekitar 85jtan…
nah..memang pada itu memang saya merencanakan beli mbl krdt bkn untuk pribadi tetapi bisnis..mobil tersebut saya rentalkan dan sekarang sudah lunas..dan telah saya jual dengan harga 87juta dan sekarang saya kredit 2 mobil lagi yaitu avanza dengan tdp 30jt dan apv type x dengan tdp 25jt…
jadi dengan modal awal 15juta yang saya punya untuk membeli mobil dengan cara angsuran selama 3th sekarang hasilnya saya mempunyai 2 mobil walau masih masa kredit ..dan masih sisa lagi uangnya..setelah dipotong modal…
jadi kalo kita cerdas dalam memanfaatkan kredit baik usaha maupun lainnya akan menguntungan bukan merugikan..itulah pengalaman pribadi saya…
thanks
klo saya lihat dari artikel ini jadi bingung mau beli mobil atau invest ?
Jujur saja..kalo diteruskan perdebatan ini tidak akan habis, banyak sekali pro dan kontranya ..he..he..
Saya sendiri sedang mengambil kredit mobil. Penghasilan total sekitar 13 jt/bln, kebutuhan rutin bulanan sekitar 4 jt, sehingga saya masih mempunyai sisa dana sekitar 9 jt perbulannya.
Dari sisa dana 9 jt tersebut, saya alokasikan sekitar 4 jt/bln untuk membayar cicilan mobil (harga mobil 130 jt dengan masa kredit 2 tahun. DP sekitar 50 jt).
Sisa dana 5 jt lainnya saya tabung dan saya investasikan di reksadana yang memberikan persentase keuntungan pertahun lebih besar dari bunga kredit mobil saya.
Kenapa saya mengambil kredit dan bukan membeli tunai ? Padahal jika saya bersabar menabung selama 1,5 tahun saya sudah bisa membeli secara tunai
Pertimbangannya adalah kebutuhan akan pemakaian mobil tersebut. Dengan kredit saya langsung bisa menggunakan mobil tersebut saat ini untuk menunjang aktifitas sehari–hari, sedangkan jika harus menunggu 1,5 tahun lagi, justru akan mengganggu fleksibilitas aktivitas saya
Menurut saya, kredit bukanlah sesuatu yang menakutkan dan harus dihindari jika anda bisa bijak mengaturnya. Banyak orang yang bilang hati-hati jangan sampai terjebak dalam jeratan kartu kredit, tapi bagi saya kartu kredit justru bisa memberikan manfaat tambahan. Yang penting jangan sampai menunggak pembayaran tagihan kartu agar tidak terkena bunga kartu kredit yang tinggi. Saya bahkan mengalihkan sebagian pembayaran kebutuhan rutin bulan menggunakan kartu kredit karena saya diuntungkan karena mendapat point reward ^_^
Sama dengan kredit mobil, usahakan untuk mengajukan kredit via bank dahulu agar bisa mendapat bunga lebih rendah, jika ditolak oleh bank, barulah mencoba mangajukan via perusahaan financing.
Satu lagi, selalu rawatlah mobil yang anda beli..karena mobil yang terawat akan menghabiskan biaya maitenance lebih rendah daripada mobil yang tidak terawat
Menurut saya jika Anda hendak membeli mobil mending kredit….. hitungan saya beda bukan seperti itu….
Misal Anda memiliki mobil AVANZA dengan harga TUNAI : Rp.131.300.000,-
ILUSTRASI
Mobil : Toyota New Avanza 1500 cc
Harga Tunai : Rp. 131.300.000,-
Uang Muka : Rp. 32.825.000,- (25% dari harga tunai)
Asuransi : Rp. 10.635.300,- ( All risk 8,10%)
Cicilan : Rp. 3.787.500,-
Bunga : 12,82%% per tahun
Jangka waktu : 36 bulan
Administrasi : Rp. 475.000,-
Total Pembayaran Pertama : Rp. 47.772.800,-
Berarti Anda mempunya sisa uang Rp. 131.300.000 – Rp. 47.772.800 = Rp. 83.527.200
sekarang uang sisa Anda yang 83.527.200 coba dipakai untuk berbisnis… dengan asumsi penghasilan bersih 5% berarti penghasilan Anda 4.176.360/ bln (5% adalah hasil bisnis yang sangat minim)
sementara cicilan mobil Anda cuma Rp. 3.787.500,- berarti Anda masih punya untung Rp. 388.860 setiap bulannya…..
setelah 36 bulan kedepan….. mobil Anda lunas dan jadi aset Anda penuh… uang Anda yang 83.527.200 sudah berkembang di dalam bisnis Anda…. Dan Anda mempunyai Aset bisnis….
Biarkan Cicilan mobil Anda Bisnis Anda yang membayar… jangan Anda
selamat mencoba
yah perhitungan anda cukup rasional, tetapi kita hrs melihat dari kacamata yang berbeda yang pertama konsumen yang memang sangat memerlukan kendaraan, untuk mobilisasi kegiatan, yang kedua konsumen yang konsumtif artinya membeli mobil untuk gagah-gagahan, kalau kita cermati dimana-mana kredit itu mesti harganya mahal karena ditambah biaya2 bunga dan lain2, coba kalau kita berasumsi menggunakan cara pikir orang tua jaman dulu, jika ingin membeli mobil mending cash kalau belum cukup dana mending diinvestasikan dalam tabungan, jika sekarang mobil 150 jt disaat tabungan kita sudah mencapai 150 jt , harga mobil tentunya sudah naik drastis… lantas kapan kita bisa memiliki mobil padahal kita sangat membutuhkan, dari pengalaman saya mengambil mobil kredit, intinya adalah perawatan saya pernah kredit mobil, 3tahun, disaat udah lunas mobil masih kondisi baik dan belum pernah mengganti sparepark apapun bahkan sekarang sudah 7 tahun belum ada yang diganti, kecuali ban, nah dari situ kita bisa ambil pointnya intinya kita bisa ambil kresit asal sesuai dengan buget yang kita miliki dan kita harus bisa merencanakan besarnya angsuran sesuai kemampuan kita, intinya kita harus benar-benar bijaksana dalam memutus untuk membeli mobil dengan cara kredit,
tulisan anda sangat bermanfaat, namun kurang fair dengan memasukkan hitungan BBM dan pemeliharaan krn biar kredit atau tunai juga pasti akan ada pengeluaran tsb.
jika ingin membeli sesuatu, usahakan untuk tidak membeli dengan cara kredit krn pasti akan lebih mahal walaupun ada untungnya bisa memakai terlebih dahulu sebelum barang tsb lunas (dengan 30% sudah bisa menikmati mobil baru).
pengalaman saya beli motor baru dan beli mobil bekas dgn cara kumpulin uang lalu beli tunai.
tips tambahan (maap klo oot):
jika belanja barang dgn kartu kredit pun, pastikan kemampuan untuk membayarnya secara penuh dibulan depan jangan mencicil, jadi kartu kredit cuma menghindari membawa uang kas saja. jadi intinya membeli jika kita memang membutuhkan bukan berdasarkan keinginan yang belum tentu kita butuhkan. semoga bermanfaat.
salam,
boss, kalau cuma punya uang 35juta mau diinvestasikan apa ?? jadi milyaran kan kalau sudah ada 225 jtnya… gimana sih ??
Kalau mau ya yang cari uang itu mobilnya..
saya sepenuhnya setuju dgn pola pikir bahwa sebaiknya kita membeli mobil dgn system cash untuk mobil second.
Namun ada sedikit yg perlu diupdate pada perhitungannya yaitu pemilihan kendaraan dan kegunaan sekaligus nilai jual.
Misal kendaraan yg dibuat contoh yaitu Avanza 1500cc, harga yg mahal tidak sebanding dgn pasar second-nya yg rata2 mencari yg 1300 cc.
Dan belum tentu harga turun drastis saat mobil kita dibeli, saya beli xenia 1000cc thn 2006 seharga 105 jt, skr aja sudah banyak yg nawar 95 jt karena untuk beli barunya inden lama.
dan skr banyak lho bank yg menawarkan bunga KKB 6.5% alias kalo 3 thn jatuhnya sekitar 2.8 jt.
sehingga dari perhitungan itu kerugiannya cuman di bunga saja yg cukup relevan. Asuransi mobil malah dibayar sekaligus untuk 3 thn jatuhnya lebih murah daripada dibayar per thn. kalopun dibayar pertahun lebih sehat buat cash flow toh untuk kredit jatuhnya beban asuransi ini malah dibagi rata ke 35 bulan. (meskipun dibungai juga sih hehehe)
plus duit 227 jt itu tidak angus karena bensin, pajak servis dll itu masuk beban operasional keluarga meskipun belinya cash dan mobil second.
Dan jika perumpamaannya adalah investasi ya yg bisa dimasukkan cuman DP-nya saja, bukan 227 jt itu. Karena kalau punya hard cash 227 jt maka semua orang akan beli cash, betul ga ?
Mas…
Ide tulisan bagus…
tapi sayang …. mbenadinginnya kurang fair….
ya jelas aja mikir 1000 kali…. mohon lain kali dipertimbangkan baik… untuk pembelajaran yg baik … bukan hantam kromo….
Saya fikir beli mobil kredit itu ide yg bagus kok… asal…..
ada pasif income yg bisa di ‘jagain’ setiap bulannya dan pasif incame hrs lebih besar dari cicilannya bulannya……
hasilnya tiap bulan kita nabung… malah itung2 seperti sewa mobil aja ke rental mobil… malahan lebih murah… Nanti habis kredit… kita untung dapet mobil… walau terdepresiasi…. lumayan masih laku dijual tinggi (kalau mobilnya itu yg bgs pasarannya)….
Sekali lagi ini sangat relatif… kasih aja beberapa pandangan pandangan…. tergantung kita melihat dari sudut yg mana….
Terima kasih….
Renggo
Sekarang lg krdit mobil …
dulu selalu beli cash…
Namanya juga kredit, wajar kalo lebih mahal; suku bunga kendaraan ini relatif tinggi, masa kredit cukup pendek karena beban pihak pendana cukup tinggi; dari sudut pandang tertentu pembeli diuntungkan karena satu paket dengan asuransi (sesuatu yang jarang diambil ketika membeli cash). Yang namanya beli mobil memang harus berbasis kebutuhan, karena akan selalu rugi makanya dalam balance sheet selalu masuk kategori cost and expenses, belum lagi nilai penyusutannya. Kalo beli mobil jangan pernah hitung keuntungan secara finansial karena akan lebih banyak rugi, jugaharus efesien artinya itu mobil harus produktif (economic supporter) mis: untuk berangkat kerja, sarana usaha, dll. Jangan lihat dari sisi finansial saja…ok
inti kata: yang tidak butuh mobil cukup pake motor, ga butuh motor cukup pake angkot toh dengan mendukung mass transport kita berkontribusi terhadap pengurangan emisi kendaraan, artinya juga menyelamatkan bumi.
Analisis anda sepertinya memang kurang tajam dan mudah disanggah. Mungkin perlu riset lebih dalam. Tapi menurut saya apa yang anda lakukan sangat benar dan terpuji. Tetaplah membedah hal2 menarik dan berguna semacam ini. Siapa tau masyarakat bisa berubah dengan pemikiran anda.
Ingat, satu kepakan sayap kupu2 di suatu tempat mungkin bisa membuat badai di benua lain.
Salam
Menurut saya sich terserah orang mau beli kredit kek, mau cash kek urusan masing-masing dah kan semua punya alasan yang berbeda lagian lebih bagus anda bahas bagaimana caranya menghasilkan uang yang banyak supaya rakyat indonesia semua pada makmur……
Keren jg analisanya, Thx Bro. Kl gitu ga jadi kredit mobil ahh, mau beli cash aja ntar. Doakan uang sy cepat terkumpul ya. Sy lagi bangun bisnis sekarang, walaupun hanya naik motor dulu.
Purchasing power is the reason.
Daripada keluar duit banyak cash buat beli mobil, mending nyicil aja, sisanya bisa dipake kebutuhan lain yg lebih penting. Apalagi kalo tuh mobil emg butuh buat mobilitas.
Mau biaya akhir keluar banyak, itu urusan ntar setelah kredit jatuh tempo. Mau dalam perhitungan masih 3 tahun lagi, walopun total 200jt lebih, setelah 3 tahun juga purchasing power masih gede, malah harusnya lebih gede.
Simply put, your analysis is a junk without any fundamentals and or any theory to support it.
Perhitungan anda salah…..!!!
Harus di bandingkan jika kita beli mobil, perbandingannya mobil second dengan mobil baru , bukan dengan investasi, kalau mau investasi dibandingkan antara investasi misalnya emas dengan tanah, deposito dengan saham, jadi apple to apple gitu baru fair.
Mobil/kendaran beda dengan investasi karena ada biaya penyusutan, biaya pemeliharaan, biaya operasional.
tapi untuk beli mobil secara kredit baik baru dan second sebaiknya di hindari, jadi beli pakai tunai? nabung dulu gitu? ada saran dari anda? beli mobil cash dengan nabung dengan beli mobil dengan kredit. kalau anda dapat perbandingan saya sangat berterima kasih
Betul banget dari pada beli mobil secara kredit mendingan nyewa aja … gak pake risiko .. dengan nyewa aja kita udah gaya dapet mobil baru .. bisa nampang hehehehe ….
Ato kalo pun kita perlu mobil buat kebutuhan … ya itu tadi beli aja mobil second yg kuat ….
Salam
Aquila
http://aquilard.blogspot.com
http://pruinvesta.blogspot.com
Bagi saya hitungan anda salah kecuali buat orang yg ambil mobil tapi tdk terpikirkan ke guanaan mobil nya untuk apa?
buat saya tidak dengan mengambil mobil kredit saya untung contohnya
saya ambil mobil carry thn 2000 dengan harga 64 jt. DP 10 juta angsuran Rp. 1.750.000,- selama 3 thn
lalu mobil saya gunakan untuk antar jemput anak sekolah dengan jumlah anak 15 orang. @ Rp. 300.000,- = total pendapatan Rp.4.500.000,-
pengeluarannya :
bensin 1 bulan Rp. 800.000,-
gaji supir Rp. 8000.000,-
perawatan Rp. 500.000,-
bayar angsuran 1.750.000,-
Total pengeluaran = Rp 3.850.000,-
sisa Rp . 650.000,- perbulan
jadi kalau sudah 3 thn lunas saya tinggal menikmati hasil setoran perbulan 2 jt
jadi saya di untungkan dengan adanya kredit mobil asal dilihat dari kegunaan dan untuk apa kita beli mobil.
kalau cuma untuk gaya gayaan ..
beli cash aja.
Pendapat saya bung umumnya orang beli mobil pribadi lebih banyak tujuan untuk prestise, gengsi menaikkan status sosial. Di jaman sekarang kita banyak ditawari barang-barang konsumtif sehingga dengan berbagai cara barang-barang tersebut ditawarkan dengan cara yang menarik, dan salah bentuknya kredit dengan DP murah, sehingga orang berpikir pendek, punya uang dikit dapat mobil baru pulang dilirik tetangga kanan kiri gengsi naik, kalau mampu tidak masalah dan dalam jangka waktu kredit tersebut aman. Namun kalau dipikir-pikir bila kita naik transportasi umum sebenarnya lebih murah tidak memikirkan biaya yang macam-macam itu dan dana kita bisa diinvestasikan yang lebih menguntungkan dan tentunya keberanian untuk bisnis, karena inipun bukan tanpa resiko. Ini yang mesti jadi tugas pemerintah bagaimana menyediakan sarana angkutan umum murah nyaman aman. Kalau kredit untuk usaha saya setuju dengan kondisi ekonomi dan situasi yang baik pasti menguntungkan tentu dengan manajemen yang baik. salam mas purwo
Intinya sih,
Kalau punya uang : BELI CASH – lebih baik
Uang Pas-pasan : BELI KREDIT – salah satu jalan keluar
Gak Punya uang : NAIK ANGKOT – lebih hemat
Semua teori bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jadi tidak ada istilah enak beli cash atau beli credit.
Sambil baca-baca posting, mendingan sambil lihat-lihat Online TV dech di http://www.mylivechannel.blogspot.com
Acaranya bisa dipilih.
Tentu saja sambil lihat-lihat di http://www.forexparking.co.cc siapa tahu punya pikiran menginvestasikan uang melalui media ini. RESIKO BESAR PROFIT BESAR.
Good Luck to all.
nurut gue gampang banget, setiap kali kita mau membeli barang yang selalu mengalami penyusutan harga dengan cara kredit, ya belilah dengan jangka waktu kredit sesingkat mungkin (1tahun). berpikir 1000 kalinya dipake buat mikir sanggup ngga bayar cicilannya
punya uang klo pas-pasan (alias akhir bulan sisanya cuma dikit kira2 10-15% total gaji, dengan asumsi gaji dibawah 15jt/bl) juga sebaiknya jangan dimasukkan ke instrumen investasi, apalagi klo ditambah minimnya pengetahuan dibidang investasi seperti forex,saham dan lain2, gue berani jamin kagak bakal kaya, malah duitnya hilang.
saran gue sama-sama investasi sebaiknya ada buka usaha mandiri di bidang yang paling anda kuasai, karena klo sama2 kita berhitung resikonya, buka usaha punya peluang untuk diturunkan ke anak2 anda.
kalo punya duit semiliar ma ga papa beli mobil cash, apalagi cuma avnza, masih banyak sisanya buat kawin lagi.. yang semiliar juga boleh ngutang dari bank..puyeng juga bayar cicilannya..mending hidup itu nerima apa yang dikasih sama Tuhan.. itu namanya bersyukur…aman deh hidup kita kalo bisa bersyukur..oke coy..
Saya gak masalah dengan kredit mobil
Perusahaan tempat saya bekerja menyewakan mobil
untuk operasional saya Rp. 4.200.000/bulan;
bahan bakar dan uang operasional saya Rp. 2.000.000/bln
saya tawarkan boss saya, gimana kalo sewa mobil saya
Rp. 4.000.000/bulan, eh dia setuju.
saya jual motor dan sedikit perabotan rumah untuk
uang muka ambil xenia baru alhamdulillah dapat.
sekarang saya punya mobil baru dech, cicilan, bensin
dan operasional dibayarin kantor sampai lunas he he
Intinya kalo ingin, nafsunya ditahan dulu deh, tapi klo udah butuh mah segerakan saja…
Mas,
Kalau punya duit 227 juta, itu orang nggak bakalan kredit.
Tapi kalau saya, tetap aja kredit – keluarin DP 47 juta, sisanya diputar buat bayar cicilan dan ngebulin dapur. Mobil dapet, urusan putar duit lancar karena ada mobil, nggak perlu bayar taxi. Lebih gampang dipercaya orang lagi (untuk bisnis), karena ada tongkrongan.
Lagian, simulasinya aneh. Nyimpan duit sampe dapet 227 juta di tahun ketiga, terus di investasikan tanpa potong pajak selama 15 tahun. Hati-hati lho dikejar petugas pajak ….
saya ada mobil kantor, kadang bisa dibawa kadang tidak
ada untung ruginya
pengen kredit sih taon 2009, sayang uang muka masih kurang, jadi ya di mix, kadang pinjem mobil kantor, kadang ojek, taksi, motor, metromini, bus way dan sekali-kai aja rental mobil Indorent
hasilnya dompet tetep teballlll
go to hell with your credit !
Saya kurang sependapat, kita kredit mobil itu terpaksa karena uang ngak cukup, ditabung dulu nunggu waktu terlalu lama, dan kita juga tahu bahwa ngutang itu kena bunga, misalnya kita pinjam x rp, bunga pertahun 10%, maka uang yang kita bayar adalah x +30X ( pinjaman 3 tahun ), ya kita harus membayar bunga 1/3 dari hutang kita, itu sangat besar, tapi kita harus berani mengambil risiko, kalau keinginan kita sudah menggebu-gebu, karena itu akan terbayar oleh konpensasi yang kita dapatkan, seperti, kenyamanan, gengsi, lebih pd,dll, jadi kemabai kekita apakah kita harus menunggu tabungan yang cukup, dan itu susah karena harus disiplin banget, atau konpensasi yang kita dapatkan, kadang-2 dengan berhutang meningkatkan disiplin kita terhadap keuangan.
Setelah ngebaca pendapat dan komentar2 semua di sini. Akhirnya gw putuskan untuk beli mobilnya pake kredit aja.
Udah nabung dari 3 tahun yg lalu nggak cukup2 nih duit buat beli kendaraan cash, capek, kepaksa buat duit seadanya ini buat DP aja.
Kredit mobil tuh bukan cuma masalah investasi, bunga kredit dan penghematan, tapi juga masalah faktor2 laennya seperti flexibilitas, mobilitas, kepraktisan, kecepatan dsb meskipun nggak dipakai buat usaha/investasi. Mobil akan membantu gw untuk menjalani hidup ke depan secara lebih baik efektive dan efisien. Juga membawa ketentraman jiwa dan rasa percaya diri (meskipun itu sedikit buat gaya2an), semua itu bisa didapat sekarang!! Sudah tidak bisa menunggu lagi untuk menabung. Sekarang!! sekali lagi.. sekarang!!
Bahkan dengan berubah pikiran untuk kredit mobil sekarang ini, gw bisa menabung lebih sukses untuk mendapatkan satu mobil baru lagi secara cash. Luar biasa! Padahal gw bukan bisnisman, cuma karyawan biasa.
Makasih buat opini rekan2 semua.
Waduh… mending dapet hadiah undian Mobil ato dapet hadiah mobil dari Bos di perusahaan aja kali yak… Ato ketimpa mobil baru jatuh dari langit aja deh… Cheers
yang penting mah liat dulu penghasilannya, maksain apa gk kira2
gimana kalo dana kita mepet………
mending beli mobil sebatas kemampuan kita aja. jangan nuruti keinginan ati. Kalo nuruti keinginan ati kita sendiri yang rugi. bukannya naiki mobil malah dinaiki mobill hehehehehehehehehehehe
Kita harus pikirkan juga umur kita, mumpung masih hidup nikmati aja, kredit tetep jalan, usaha & investasi juga jalan, n jangan lupa perbanyak ibadah, karena kehidupan yang kekal hanya di akherat.
Ga jadi ngredit mobil ah………….;))
kalo saya sih gampang aja,.. kalo punya duit ya beli kalo nggak ya kerja dulu, ga usah maksain… ntar kan repot sendiri…
kebetulan saya sedang ambil kredit mobil…penjelasan di atas bikin takut ambil kredit..tapi saya ga tega membiarkan anak saya satu-satunya ingat satu-satunya untuk beraktivitas harus naik angkot yg notabene nya supir angkot sekarang gila-gila…apalah arti 200 juta untuk keselamatan anak saya…jangan di perbudak duit deh…ga di bawa mati kan…toh sekarang saya masih bisa hidup foya-foya…
pengen beli mobil karena rumah kebetulan jauh dari mana2, kalo anak sakit tengah mlm, repot banget.mau kredit ntar jadi mahal, mau beli tunai harus nabung dulu,,tapi tabungan suka kepake buat keperluan rmhtga juga. Masih belum ada solusinya…ada yang pnya saran????
perhitungan yang aneh mas..manfaat yang kita dapat ga dihitung…
perhitungan mas ini bukan membandingkan
beli mobil dengan cara kredit vs membeli mobil dengan cara tunai..
tapi membeli mobil kredit vs investasi..
CMIIW
kalo mobil sy mampunya beli bekas dan cash yg sesuai dng kemampuan..Alhamdulillah awet dan ga rewel dan super irit..kalo punya uang banyak buat apa beli mobil baru.mending dipake untuk bikin kontrakan atau kost2an..
Kalo saya beli pick up carry second secara kredit. Dipake untuk usaha dpt 5 jt/bln dan alhamdulillah laba terus meningkat.Untuk bayar cicilan bulanan mobil masih sisa kok.
yang penting niatnya.
sy pny anak 2. kalo naik motor sekeluarga 1 di dpn 1 di blkg.
selain gak safe, buat anak yg di depan (kt koran) kalo lwt jalan raya rawan kena penyakit.
apalagi kalo hujan. urusan jadi berantakan.
kalo bisanya cm kredit mungkin mobil bekas dah cukup. asal disesuaikan dengan penghasilan sama pengeluaran kita perbulan. gak usah maksain diri.
menurut saya ne, beli mobil secara kredit wat investasi (rental) lebih baik tapi kalo wat konsumsi, beli cash aja deh, nabung dulu n aktif cari uangnya agar nabungnya ga kelamaan..
Ya ialah…lu bandingin Kredit Mobil dengan Investasi..terang aja beda.
Orang goblok juga tau kalau kredit mobil itu bayar bunga
dan Investasi itu dapat bunga/ untung.
Kalau membandingkan sesutu harus yang sepadan
Kredit mobil dengan vs kredit lainnya.
investasi vs investasi lainnya.
Seseorang yang kredit bobil itu bukan buat gaya gayaan , tapi ada keperluan lain misalnya bisnis atau kepentingan keluarga dan lain lain.
nah… anda mungkin berfikir ya udah tunggu aja selama 3 tahun sampai uangnya terkumpul dari cicilan yang seharusnya dibayarkan .
Tapi sebagian orang bisa mendapatkan lebih dari Rp. 227.360.300 selama 3 tahun dengan menggunakan mobil itu buat keperluan bisnis.
Kalau cara befikir anda seperti itu, kalau gitu anda gak usah kredit rumah, anda tinggal aja di gubuk selama 15 tahun. nah… kalau udah 15 tahun kan uang anda udah banyak.. baru anda beli rumah.
anda ini accounting tapi koq mikirnya gak seperti orang accounting ya ……
orang orang pinter juga tetap beli mobil dengan kredit…koq.
Selagi pemasukan lebih besar dari pengeluaran kenapa tidak ?
udah.. ah….anda orang accounting tapi cara berfikirnya aneh….
Mau beli Chash atawa kredit, kenapa rupanya, wong kita yang beli kok orang lain yang sewot.
waduh kl nabung dulu, mmgnya dalam 3 thn kemudian kita bisa dapat mobil yang sama.. KAGA MUNGKIN, kl bekasnya mungkin dapat. soalnya di negara ini ada INFLASI dan pasti hrg mobil itu akan NAIK, dan dimana uang selalu menurun, bank/leasing memberikan kredit itu pun juga beresiko dgn inflasi, apalagi yg menawarkannya fixed rate. bisa aja kan thn ini bagus tiba2 thn depan krisis.
kredit mmg lebih mahal tp keuntungannya anda bisa memiliki lebih cepat. aku rasa itu simbiosis mutualisme.
@: Yandi Setuju…
saya setuju dg Mas Yandi
tapi sayang nya ini orang cuman buat cari perhatian aja .kok..
kita jadi kepancing..kocak asli kocak.hahahaha .kutipan sebelum kredit mobil mikir 1000 x ini..hehehe..
bole juga ni tulisan…. + comentarnya…. bagus lah buat liat untung dan ruginya..
tapi yang namanya hidup harus ada resikonya.. wong kawin aja sampai mati baru lunas… yah gak..? he..he.. tapi klo beli mobil pribadi usahain cast aja… kecuali klo mau beli mobil yg bisa menghasil kan uang gak apa2 dikeridit itung2 beli mobil murah…
Makasih Pak…ndak jadi deh ketipu leasing atau Bank
setuju nih. yang punya blog ini sok pintar
Kalo ndak kredit, saya ndak mungkin bisa punya mobil. Justru dengan kredit, sampai batas tertentu mempermudah hidup kita. Ah, sudah lah. Dasar orang aneh…
kacau nih tulisannya.gak valid.
Yang jelas seyuju dengan penulis
saya mengikuti petuah orang tua, untuk ambil kredit hanya untuk pembelian rumah (KPR) meski lama Insya Allah harga rumah/tanah tidak akan turun—kecuali kena musibah spt Lapindo.
Kartu kredit hanya dipakai tertentu dan langsung bayar supaya tidak kena bunga.
Pernah kredit motor waktu masih pertama kerja, tapi dihitung kok ya jadi mahal, akhirnya pas beli kedua ya mending nabung…toh harga motor tidak berubah jauh (kecuali pas harga BBM naik kemarin)
perhitungan opo iku…. nyang namanya kredit ya pasti lebih mahal.. wajar toh,itu khan jasa leasing.. kalo ga pake bunga …itu nyicil namanya, kalo nyicil sama mertua saja, mana ada perusahaan leasing yang ga ada untung… sampean lulusan sarjana darimana? lagian kok bensin , pajak dihitung juga… makanya kalo kuliah jangan tidur….
membeli secara kredit, atau cicilan sebenarnya bukan masalah, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan masing2.
yang menjadi masalah adalah ketika pada kredit tersebut dikenakan B.U.N.G.A ,sebuah sistem canggih produk y****i , untuk menguasai perekonomian dunia (baca buku a.l: Membongkar Rahasia Sistem Bunga)
saya pernah lihat sebuah tabel perumahan yang harganya sekitar 200jutaan. setelah saya coba hitung cicilan selama 20th (cicilan X jk waktu), saya dapatkan jumlah fantastis, sekitar 600jutaan. wow! jadi mungkin, selama tahun2 pertama, cicilan cuma untuk bayar bunga aja sebesar 400juta, gila!
pantes, gara2 BUNGA harga rumah makin mahal, rumahnya cuma 200jt, bunganya 400jt. jadi anak cucu kita yang hidup setelah 20th nanti, untuk rumah tipe 36/72, harus membayar sebesar Rp600juta.
ironisnya, saya hidup di jaman edan ini…
kak nekat belum tentu punya.nekat ya begitulah …alias rugi
Biasanya pembelian kredit itu muncul dikala ada kebutuhan yang mendesak untuk memiliki mobil tetapi uang cash belum punya. Misalkan sebuah usaha makanan yang sedang growth ketika melakukan ekspansi untuk memasarkan keluar kota mau tidak mau membutuhkan armada mobil. Nah disitulah muncul kebutuhan untuk membeli mobil secara kredit. Tulisan diatas terlalu lebih menuliskan data cost yang dikeluarkan tetapi tidak mencatat profit yang dihasilkan dari memilki mobil itu (walaupun kredit). Karena justru dengan armada mobil itu produk makanan itu semakin booming dan mempunyai omzet yang luarbiasa jika dibandingkan dengan sebelum memilki mobil. Justru dengan mobil itu siperusahaan bisa berkembang dan bisa membeli mobil lagi dengan cash. Mobil baru sebetulnya memiliki kelebihan safety dari trouble atau kerusakan paling minimal 3 tahun kedepan sehingga biaya itu pasti hanya memikirkan cicilan setiap bulannya. Sedangkan mobil second (jika kita tidak ada pengetahuan tentang mesin mobil) itu bisa mengeluarkan biaya2 yang tak terduga yang bisa membikin stress karena biayanya dan juga terganggunya aktifitas usaha. Sehingga cost mobil second itu membuat jantung cekot-cekot karena onderdil mobil yang tahulah harganyaa…So kesimpulannya saya setuju berpikirlah 1000 kali untuk kredit mobil ; Harus benar-benar butuh dan matang dalam perhitungannya tetapi cepat dalam mengambil keputusan. Dicky Cireng Gaul bandung bsm_bdg@yahoo.com
DUlu tahun 1997 cicil rumah 100.000 berat sekali sekarang 100.000 langsung habis di rumah makan
total biaya bensin, total biaya pajak dan total biaya pemeliharaan kok di hitung ya…. aneh, kalo gitu sekalian aja tambahin total biaya bayar tol, total biaya bayar parkir dll.
Kalau beli cash kita gak wajib asuransi, kalau kredit kan wajib. gak mau ngeduluin nasib, tapi kalau mobil kita di pinjam adik keluar kota, terjadi tabrakan yang menelan biaya bengkel 70 juta, kita tetep bisa senyum dan berucap … untung saya ambil kredit, jadi bisa asuransi yang bayar deeh. kan selama belum lunas, mobil tersebut masih jadi aset kita sebagai pemilik dan juga aset leasing, jadi leasing juga punya kepentingan untuk bantu supaya asuransinya cepet beres.
coba bayangin kalo tuh mobil kita beli cash dan kita tidak asuransikan, karena memang gak wajib hukumnya asuransi kalo kita beli cash.
Dan satu lagi kalo beli kredit, ada loh fasilitas dari leasing tertentu, yang dalam masa kredit berjalan lalu kita wafat…. angsurannya langsung stop, dan mobil dianggap lunas. jadi gak ngerepotin istri dan keluarga yang di tinggalkan.
Lihat segala hal dari beberapa sisi, supaya kita jadi lebih mengerti, ….. salam
http://www.astradaihatsu123.blogspot.com
jadinya ada dua kubu…
kalo saya ikut kubu yg merasa anda terlalu melebih2kan
gak perlu berpikir sampe 1000 kali
cukup berpikir 2-3 kali saja lah…
bea2 yg anda masukan jg aneh
masak bensin dan perawatan jg
beda tunai dan kredit cuman pada bunga saja lah
sekitar 10-13 persen
gitu ajah…
Saya justru nganjurkan kredit bagi yang mampu. Dengan demikian anda ikut membantu sesama. Maksud saya,saudara saudara kita yang bekerja didunia perkreditan dan asuransi bisa tetap ngebul…dapurnya. Itung itung sampeyan bagi-bagi rejeki….ojo di gembollll dewe…coy….
kisah nyata,
tahun kmarin..
saya lagi bisnis beras, ambil borongan ke petani, masukin beras ke toko2 3kali/minggu.
hitungannya :
3 x 4minggu x rp300k (sewa pickUp) = 3,6 jeti
4 bulan saya jalanin sewa2 pik up gini,, klo diterusin selama 3 thn total sewa pickUp tsb bakalan jadi rp. 129jtan..
trus, keluar deh iklan mobil yg pake ‘theme song’ “NGANGKUT TERUSS, YOO”,, saya jadi tertarik dgn mobil tsb, cuman berat di ongkos (ngg bisa beli),
temen dari finance tawarin kredit sebulan 2,9jt..
NGGA PAKE PIKIR 1000KALI, si ‘Ngangkut terus’ itu langsung saya beli (kredit),, kebetulan waktu itu saya ada duit 30jt di tabungan.. kmarin DP saya bayar hampir 20jt, sisanya diputer di beras..
ngg harus aku tulis lagi kenapa sampe harus kredit kan??
buat yg nulis :
coba loe liat kasus gw..
A. duit 30jt,, ngg bisa buat beli Cash,. Jadi harus kredit,.
B. duit 30jt, klo di ‘diam’ kan sbg investasi, mau dpt apaan dlm 3thn,??
bodoh banget gw, klo ambil option B..
secara tdk langsung lo melarang pembaca utk kredit mobil, dan mencoba mengalihkan ke bisnis investasi..
kisah nyata,
tahun kmarin..
saya lagi bisnis beras, ambil borongan ke petani, masukin beras ke toko2 3kali/minggu.
hitungannya :
3 x 4minggu x rp300k (sewa pickUp) = 3,6 jeti
4 bulan saya jalanin sewa2 pik up gini,, klo diterusin selama 3 thn total sewa pickUp tsb bakalan jadi rp. 129jtan..
trus, keluar deh iklan mobil yg pake ‘theme song’ “NGANGKUT TERUSS, YOO”,, saya jadi tertarik dgn mobil tsb, cuman berat di ongkos (ngg bisa beli cash),
temen dari finance tawarin kredit sebulan 2,9jt..
NGGA PAKE PIKIR 1000KALI, si ‘Ngangkut terus’ itu langsung saya beli (kredit),, kebetulan waktu itu saya ada duit 30jt di tabungan.. kmarin DP saya bayar hampir 20jt, sisanya diputer di beras..
Banyak yang bisa didapat kepuasan dan kebahagiaan dengan memiliki mobil kredit….dari pada nunggu beli cash belum tentu ampe tiga taun nunggu nabung bisa ngerasain punya mobil…
Baru hari ini saya liat blog ini
Perhitungan yang sangat Bijak…saya tidak tahu background anda apa, dan saya ga peduli itu.
Yang pasti buat saya yang cuma seorang pegawai rendahan yang ga bisa beli mobil baik itu cash or credit,…hehehe …
setuju yang namanya operasional tetap di hitung pengeluaran.
Buat saya mengeluarkan uang Rp.50 aja itu udah rugi kalo ga balik modal…ga kebayang kalo ngeluarinnya sampe berkali-kali, misal :
50 X 100 = 5000,-
50 X 1000 = 50.000,-
500 X 10.000 = 500.000,-
Itu baru Rp.50,-……hehe, ga kebayang kalo mesti keluarin buat operasional tapi ga balik modal…Beli Bensin, Oli, perawatan ini itu, pajak dsb.Belum Lagi Resiko di jalan Kalo ga nabrak yah di tabrak/walau ada asuransi kan ga 100% mereka nanggung. Kalo ditabrak, Lah kalo Nabrak????ada uang kaget segala, diluar ganti rugi secara fisik. (saya Tahu karna saya Pilot darat alias cuma driver).
Berapapun yang saya keluarkan dari kocek saya, minimal harus manfaat atau paling tidak balik modal
Kalo menurut saya tinggal lihat kebutuhan kali yah…kalo memang Biaya operasionalnya ketutup sama pemakaian kita…monggo itu juga kan bisa di hitung Investasi…eh yah saya juga pemegang 4 kartu kredit, (Walhasil ga ada yang lunas, yang ada minus)…..kenapa?, yah itu saya termasuk orang yang konsumtif,trendy kalo pake kartu kredit(Padahal lebih mulia bayar cash kali yah)…..
belajar dari pengalaman tersebut, Ga lagi-lagi deh ngeluarin uang walau cuma sesen tapi ga manfaat apalagi ga balik modal (Wadau)….kapan kayanya saya??????hehehe
Salam dari Orang ELit (Ekonomi Sulit)
Deni Cipta
saya mah milih kredit…
Uang cicilan ambil dr hasil invest perbulan…
Jd g kerasa….
Nih ada tempat invest bagus n terpercaya, dijamin bebas bunga n insyaALloh halal…
Dapat 5% perbulan dr modal yng ditanam…
Tertarik?
semua pendapat nya sangat bagus dan rasional didalam angka2 tsbt, namun saya jg mengucapkan terima kasih atas apa yg sdh diungkapkan, so keinginan beli mobil dapat saya tunda, krn semua itu hanya emosi sesaat, kesimpulanku tunggu uang kumpul u/ beli cash dan investasi berjalan lancar walau kecil2an. thx 4 all
semoga secepatnya aku bisa beli mobil……amin
Setuju..mending kredit rumah..Tapi kredit mobil juga tergantung kebutuhan..dan kalo bisa dibeli dgn cahs baik baru maupun second..dan Ingat Masyarakat Indonesia terikat dgn brand tertentu yg mempunyai deprisiasi rendah…
Pengalaman Pribadi beli..mobil second pakai 3 tahun kemudian jual dengan harga tetap (untung khan..??)..