Pernah nggak mengalami suatu kejadian di mana dalam kurun waktu 1-2 hari kita harus menyiapkan sejumlah uang tunai untuk keperluan yang sangat mendesak? Atau misalnya tiba-tiba pencari nafkah utama harus kehilangan pekerjaan saat itu juga alias jobless? Kalau pernah apa yang Anda alami saat itu? Dana nya sudah tersedia atau bingung hendak pinjam/menjual barang apa agar terkumpul uang sejumlah tersebut? Atau bagaimana keluarga Anda bisa bertahan untuk mencukupi kebutuhan rutin setiap hari?
Nah, kejadian singkat di atas adalah salah satu contoh dari kebutuhan dana yang mendadak atau darurat. Karena kita harus mengeluarkan sejumlah uang di luar perencanaan yang telah kita buat. Ditambah lagi jumlahnya lumayan besar, sehingga cukup mengganggu arus kas keuangan keluarga kita. Oleh karena itulah, dalam konsep dan praktek keuangan keluarga sering diajarkan bahwa setiap keluarga wajib memiliki dana darurat (emergency fund). Di mana dana ini dapat digunakan sewaktu-waktu kapan saja atau seketika. Sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan darurat tersebut tanpa harus “berpusing ria” atau dengan terpaksa menjual satu atau dua aset/harta berharga yang kita miliki.
Terus pertanyaannya, berapa kira-kira jumlah dana darurat yang selayaknya kita siapkan? Pakar keuangan keluarga sering mengutarakan bahwa paling tidak kita bisa menyiapkan dana darurat yaitu setara dengan 3-6 kali pengeluaran rutin bulanan kita. Jadi misalnya pengeluaran rutin bulanan keluarga kita adalah Rp. 4.000.000, maka dana darurat yang perlu kita sediakan setiap saat adalah sebesar Rp. 12 juta – Rp. 24 juta. Mengapa demikian? Karena dengan harapan tentu saja bila dengan adanya dana darurat tersebut dapat membantu kita sbb:
- Mengatasi kebutuhan dana yang sangat mendesak tersebut. Sehingga kalau sudah tersedia langsung bisa digunakan saat itu juga.
- Sebagai dana “talangan” selama kondisi pencari nafkah utama keluarga sedang jobless alias nganggur. Sehingga untuk beberapa bulan ke depan tetap bisa ternafkahi keluarganya sampai pencari nafkah bisa mendapatkan pekerjaan/sumber nafkah kembali.
Selanjutnya setelah tahu besar kebutuhan dana darurat, maka sebaiknya disimpan dimanakah dana tersebut? Karena sifatnya harus sangat likuid, maka sebaiknya Anda menyimpannya di tabungan bank yang ada ATM nya atau bisa juga deposito dengan term yang paling singkat atau bisa juga dalam bentuk emas batangan/koin. Begitu pentingnya dana darurat ini, ada juga financial planner yang menyarankan sebelum Anda getol melakukan aktivasi investasi, maka pastikan dana darurat ini telah tersedia terlebih dahulu.

[...] banyak diantara kita yang mengalami kesulitan dalam mengelolanya, terutama dalam menetapkan skala prioritas pengeluaran. Sebagian diantara kita bahkan terjebak dalam pusaran kesulitan pengelolaan keuangan, yaitu [...]
thanks atas pengetahuannya