Selama ini kalau kita mendengar kata investasi, biasanya selalu harus dengan jumlah nominal uang yang besar yang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu saja. Bila kita ingin mulai belajar berinvestasi, namun tidak punya dana dalam jumlah besar dan hanya mengandalkan sejumlah uang kecil dengan cara ketengan maka ternyata sekarang ada solusinya loh. Dari pengamatan kami ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
- Berinvestasi emas. Ya emas adalah salah satu sara inevestasi yang lumayan murah, dengan uang yang tidak terlalu besar. Mulai dari skala 300-ribuan kita sudah bisa membeli emas dalam bentuk koin/batangan.
- Reksa dana. Ya ternyata reksa dana juga bisa dijadikan wahana investasi bagi investor kecil-kecilan. Cukup membuka rekening awal sekitar 1 juta, maka selanjutnya kita bisa berinvestasi rutin setiap bulan mulai dari 250-ribuan setiap bulan. Bahkan investasi rutin tersebut bisa dilakukan dengan cara meng-autodebet tabungan di bank Anda. Jadi bebas repot kan. Dan bila kita lihat lagi ternyata cara sepert ini bisa mengubah perilaku menabung kita, yang semula di bank sekarang beralih ke reksa dana.
Demikianlah dua contoh sarana investasi bagi Anda yang ingin mulai belajar investasi kecil-kecilan. Bisa jadi juga mungkin ada beberapa sarana investasi lain yang bisa digunakan, harap bisa membagi informasi lewat komentar tulisan ini. Terima kasih.

[...] yang lebih dari hanya sekedar menabung. Investasi dijadikan kendaraan bagi kita atau sering disebut investor sebagai alat agar uang/aset yang telah ditanamkan/dibeli kelak bisa mengalami pertumbuhan. Layaknya [...]
[...] moneter bunga deposito sempat meroket hingga menembus angka 60%. Suatu masa panen para penabung dan investor kala [...]
saya ingin belajar menjadi investor suatu usaha teman saya dan dia sebagai pengelolanya, bisa tlg beri saya penjelasan sederhana tentang hak dan kewajiban investor dan pengelolanya?trima kasih..
@waletta
Ada banyak pilihan kerjasama dengan berinvestasi kepada usaha milik teman Anda:
1. Anda hanya mendapatkan profit bila untung dan ikut rugi bila usahanya merugi. Tapi konsekuensinya Anda terlibat dalam operasional keseharian usaha teman Anda tersebut. Biasanya persentase profitnya lebih besar.
2. Investor murni. Artinya anda tidak terlibat dalam operasional usaha teman Anda. Untung atau rugi Anda akan tetap mendapatkan profit (mirip bank). Tetapi persentase profitnya lebih kecil.
@waletta
Ada banyak pilihan kerjasama dengan berinvestasi kepada usaha milik teman Anda:
1. Anda hanya mendapatkan profit bila untung dan ikut rugi bila usahanya merugi. Tapi konsekuensinya Anda terlibat dalam operasional keseharian usaha teman Anda tersebut. Biasanya persentase profitnya lebih besar.
2. Anda tidak terlibat dalam operasional usaha teman Anda. Untung atau rugi Anda akan tetap mendapatkan profit (mirip bank). Tetapi persentase profitnya lebih kecil.
reksadana oke nggak untuk tabungan di masa pensiun ntar
Tolong bahas tentang reksadana lebih lengkap lg,mis:ambil reksadana pendapatan tetap,apakah hasilnya ditransfer ke rekening kita???
mau tanya kalau misalnya bapak menjadi investor pada usaha saya (saya baru mulai usaha kontraktor bangunan) kira kira berapa yang harus saya berikan sebagai jasanya apabila bapak ikut terjun langsung dan apabila hanya menyetorkan dananya saja untuk modal kerja saya. terima kasih
[...] yang lebih dari hanya sekedar menabung. Investasi dijadikan kendaraan bagi kita atau sering disebut investor sebagai alat agar uang/aset yang telah ditanamkan/dibeli kelak bisa mengalami pertumbuhan. Layaknya [...]