image002.gif

Langkah awal dalam mempraktekkan manajemen keuangan keluarga secara profesional adalah dengan membuat APBK (Anggaran Pendapatan & Belanja Keluarga). Sebenarnya setiap keluarga sudah menerapkan APBK, contohnya pasti kita selalu ingat bahwa setiap tanggal 20 harus membayar rekening listrik dan telepon. Setiap tanggal 10 harus membayar SPP anak, tiap tanggal 30 menservis kendaraan. Semua itu menunjukkan bahwa setiap keluarga sebenarnya sudah memiliki APBK, tapi bedanya tidak ditulis setiap awal bulan, dan tidak dicatat realisasinya. Sehingga jangan heran bila kita sering mendengar, “…perasaan baru kemarin deh pegang uang 1 juta, kok sekarang tinggal 100 ribu…”

Oleh karena itu APBK sangat penting diterapkan dalam manajemen keuangan keluarga Anda karena ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, misalnya :

 

  • Menentukan target pendapatan dan pengeluaran
  • Mengetahui sejauh mana realisasi dari APBK tersebut
  • Mengendalikan “hasrat” membelanjakan uang di luar yang dianggarkan, sehingga mampu menekan kebocoran anggaran.
  • Meningkatkan semangat untuk memenuhi realisasi pendapatan, dll.

 

 

 

 

About these ads