Berbagai Alasan Ketika Memutuskan untuk Memiliki Rumah

Bagi orang yang sudah berkeluarga, memiliki rumah adalah termasuk salah satu cita-cita dan dambaan terbesar dalam kehidupannya. Siapa sih yang tidak ingin memiliki rumah sendiri yang ideal, nyaman dan asri tempat menaungi seluruh anggota keluarga dari panas dan hujan. Punya ruang kamar yang memadai dengan jumlah yang cukup untuk menampung seluruh anggota keluarga. Pekarangan yang indah disertai aneka bunga dan kebun kecil. Akan tetapi memang tidak mudah bisa mewujudkan sebuah rumah impian. Selain karena harganya yang fantastis, hingga membuat kita harus punya strategi dan kiat khusus agar bisa mewujudkan rumah impian tersebut.

Dari sekian banyak cerita-cerita orang dalam sejarahnya memiliki sebuah rumah banyak alasan dan kondisional yang membuat seseorang mengambil keputusan untuk memiliki rumah. Nah, pada tulisan kali ini mari kita lihat bersama beberapa alasan proses terjadinya seseorang hingga akhirnya berani memutuskan membeli/membangun rumah.

  • Punya Rumah Dulu Baru Punya Istri. Alasan ini biasanya sering muncul pada pria-pria muda yang mandiri yang baru merintis karir/pekerjaannya. Kalau boleh menebak hampir setiap pria muda mendambakan hal ini. Karena sangat ingin membahagiakan calon istrinya kelak sebagai bukti sayang dan tanggungjawab maka mereka rela menunda punya istri sebelum memiliki rumah sendiri. Akan tetapi memang dalam prakteknya tidak semulus yang dibayangkan. Banyak hal yang membuat impian ini sulit terwujud, biasanya karena penghasilan sebagai pekerja baru yang belum memadai untuk memiliki rumah sendiri, atau karenabanyak pengeluaran lainnya sehingga semakin memperlama proses perwujudan memiliki rumah idaman. Hingga akhirnya, lambat laun idealisme awal perlahan namun pasti mulai mengendur. Hingga kemudian mereka menjadi realistis, apalagi ketakukan sang calon istri bakal “disambar” orang lain maka dihasilkanlah keputusan alternatif yaitu menikah dulu, baru nanti memikirkan urusan rumah.
  • Ketika hasil tabungan sudah cukup. Ini mungkin menjadi salah satu yang paling banyak digunakan oleh para keluarga. Setelah sekian lama tinggal di Pondok Mertua Indah atau mengontrak/menyewa dengan sambil sedikit-demi sedikit menyisihkan penghasilan untuk membeli/membangun rumah, maka akhirnya setelah dirasa cukup maka mulailah mereka memberanikan diri untuk segera memiliki rumah sendiri. Baik dengan membeli dari developer maupun dengan membangun sendiri.
  • Dipaksa mertua/orang tua. Walau terkesan janggal, tapi kami yakin ada juga yang “terpaksa” segera memiliki rumah karena ada paksaan “pihak ketiga” yaitu dari mertua/orang tua. Patut kita sadari ada masih banyak orang tua yang tidak tega bila melihat anak-anak mereka yang sudah menikah, apalagi yang sudah lumayan lama berkeluarga sampai saat ini masih belum memiliki rumah sendiri. Berawal dari rasa kasihan dan tidak tega ini lah yang akhirnya membuat orang tua kita akhirnya sering mendesak bahkan memaksa untuk kita agar bagaimanapun caranya agar segera memiliki rumah. Bahkan tidak jarang orang tua akan membantu mensubsidi dana agar anak mantu nya bisa segera memiliki rumah sendiri. Tentu saja kondisi ini sangat dilematis bagi para anak-mantunya. Karena kita yakini bersama bahwa kita sebagai anak tentu sudah memiliki perencanaan dan timing tersendiri kapan dan bagaimana memiliki rumah. Namun karena tidak ingin mengecewakan orang tua akhirnya sebagai anak rela mengalah dan mungkin dengan sedikit “terpaksa” akhirnya menuruti permintaan orang tuanya. Kelak nantinya kebanyakan setelah benar-benar menempati rumah sendiri tersebut, kita para anak akan berujar “iya yah, kok gak dari kemaring-kemarin punya rumah sendiri. Nggak salah orang tua kita memaksa kita untuk cepat punya rumah…”.

Bagaimana dengan pengalaman Anda sendiri? Silahkan berbagi cerita alasan dan pengalaman Anda ketika memutuskan untuk memiliki rumah sendiri. Silahkan tulis di komentar tulisan ini.

Sumber Gambar: http://casaslv.com/LVHNL/images/

About MyFamily Accounting

Blog ini didedikasikan khusus untuk membahas lengkap tentang pengelolaan keuangan keluarga secara profesional. Selain itu juga dibahas juga produk software/piranti lunak MyFamily Accounting asli buatan anak negeri yang sangat membantu dan memudahkan seluruh keluarga dalam mengelola keuangan keluarganya. Sehingga hadirnya blog ini selain memberikan ilmu tentang manajemen keuangan keluarga, juga ada alat pendukung dalam praktek mengelola keuangan keluarga tersebut. Unduh aplikasinya di https://myfamilyaccounting.wordpress.com/2015/06/01/myfamily-accounting-kini-tersedia-gratis/ Semoga literasi finansial masyarakat Indonesia terus dan semakin meningkat..! Terima kasih Email : ardian2007@gmail.com
This entry was posted in Bisnis, Curhat, Fenomena, Investasi, Kecerdasan Finansial, Keuangan, Keuangan Keluarga, Opini. Bookmark the permalink.

4 Responses to Berbagai Alasan Ketika Memutuskan untuk Memiliki Rumah

  1. SO USEFUL THANKS..

    Like

  2. Permata says:

    Pengalaman saya dulu membeli rumah dengan terpaksa, karena sudah bosan berpindah-pindah kontrakan, setiap tahun pemilik kontrakan minta kenaikan harga kontrak, jika tidak setuju maka harus pindah. Repot deh. Tetapi pada akhirnya saya menemukan pemilik kontrakan yang sudah bosen punya rumah kontrakan yang dapat saya beli dengan harga dan cara pembayaran yang sangat Fleksible…. Alhamdulillah….

    Like

  3. wm says:

    Mbak/Mas,

    Saya barusan baca website anda dan sangat menarik.

    Ada yang mau saya tanyakan nih.

    Saya menikah 4 bulan dan sekarang masih ngontrak.
    Setelah dihitung2 (iAllah) dalam waktu 2 tahun menabung kami bisa mendp rumah.
    Tetapi di kantor suami saya lagi ada isu2 mutasi besar2an ke berbagai kota di indonesia.
    Yang ingin saya tanyakan apakah efektif jika tabungan kami dialihkan dalam bentuk emas?
    Dan kapan waktu yang tepat untuk kami memiliki rumah?
    Saya sangat menunggu balasannya Thanks

    Oh ya, kalau boleh minta e-mail pribadinya boleh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s