Prinsip Sejati untuk Benar-Benar Menjadi Kaya

03-06-2015 5-56-10KAYA, ya sebuah kata yang menjadi impian banyak orang. Banyak teori dan konsep tentang bagaimana menjadi kaya. Akan tetapi tahukah Anda bahwa bagaimanapun konsep dan paham Anda tentang menjadi kaya selama ini, ada kiat menjadi kaya yang sudah menjadi “pattern” atau pola utama yang sudah teruji dan dilakukan oleh para orang-orang kaya di belahan bumi manapun. Empat prinsip berikut merupakan bagian dari kecerdasan finansial dan bisa diterapkan oleh siapapun dengan latarbelakang pekerjaan atau mata pencaharian apapun.

1. Naikkan Penghasilan

Pangkal dari semua usaha kita untuk menjadi kaya adalah berasal dari adanya sumber penghasilan. Penghasilan berarti adanya aliran uang tunai ke dalam kocek, dompet atau rekening bank kita. Penghasilan ini akan didapatkan kalau Anda melakukan usaha-usaha produktif yang berimplikasi finansial. Anda bisa bekerja baik kerja tetap atau paruh waktu. Anda bisa membuka usaha sampingan atau usaha utama dan Anda bisa digaji sebagai “karyawan” usaha Anda tersebut selain juga Anda bisa mengambil sebagian keuntungan hasil bisnis sebagai pemilik usaha. Ingat hanya dua sumber itulah yg halal dan sah diambil jika Anda sebagai pemilik usaha, pertama gaji dan kedua pembagian keuntungan bisnis. Di luar itu jangan coba-coba mengambil uang usaha apalagi modal untuk menambah penghasilan Anda!

Nah, untuk menjadi kaya mau tidak mau Anda harus berusaha semaksimal mungkin menaikkan penghasilan. Artinya jika Anda seorang pegawai, karyawan maka tentu saja Anda harus merencanakan peningkatan jenjang karir secara baik. Sehingga harapannya Anda akan naik jabatan yang tentu saja akan meningkatkan penghasilan. Begitu pula bila Anda seorang pemilik usaha, maka untuk menambah penghasilan Anda harus meningkatkan sales/omzet dan tentu saja profit usaha. Sehingga kalau omzet meningkat dan profit juga tinggi maka gaji dan bagi hasil keuntungan usaha Anda akan semakin deras masuk ke kocek pribadi.

Oh ya, untuk menaikkan penghasilan pasti banyak yang tahu dan mampu untuk melakukan dan mewujudkannya. Akan tetapi setelah penghasilan meningkat, ternyata mereka kebanyakan tidak mampu juga untuk membangun kekayaan. Untuk kasus ini akan kita bahas di tulisan tersendiri.

2. Naikkan Tabungan

Jika bicara tentang menabung, istilah ini kalah populer dibanding dengan rival sejatinya yaitu belanja, beli dll. Kita lebih akrab dengan perilaku konsumtif (baca: spending) dibanding dengan perilaku menunda kesenangan sesaat (baca: saving). Padahal saya masih ingat di era tahun 80-90 an pemerintah cukup gencar menggalakkan budaya menabung. Jaman itu dicitrakan bahwa pak Harto waktu kecil gemar menabung di celengan bambu. Kemudian ada juga tabungan pembangunan nasional dan tidak kurang ada lagunya juga Bangbingbung ciptaan Titiek Puspa.

Akan tetapi di era sekarang menabung sepertinya masih jadi perilaku yang belum membudaya, karena tidak semua orang bisa menabung dari penghasilannya. Yang penghasilannya kecil mengeluh kareng penghasilannya yang tidak memungkinkan. Yang penghasilannya besar lebih terlena untuk hidup boros. Alhasil, penghasilan kecil dan besar pada akhirnya sama saja, tidak memiliki tabungan. Tapi satu penyebab dari itu semua yaitu dikarenakan pemahaman yang memandang bahwa menabung itu di akhir alias kalau ada sisa. Padahal kenyataannya memang tidak akan pernah ada sisa🙂

Menabung ini bukan masalah besar atau kecilnya penghasilan. Melainkan masalah pemahaman seseorang terhadap uang dan tentang membangun kekayaan. Untuk membangun kekayaan kita memang wajib untuk memiliki karakter, mental, budaya dan perilaku menabung. Perilaku menabung ini tentu saja pasti dimiliki oleh setiap orang kaya di muka bumi ini. Coba cari saja satu orang yang benar-benar kaya (bukan terlihat kaya) yang tidak memiliki kebiasaan menabung.

Oh ya perlu kami luruskan dan kemukakan bahwa selama ini ada dua istilah penggunaan kata menabung ini. Pertama, menabung yang disiapkan sebagai dana cadangan, kebutuhan darurat atau keperluan khusus seperti biaya rumah sakit, membantu keluarga, liburan atau jalan-jalan. Kedua, menabung yang khusus dipersiapkan untuk investasi. Nah, yang kita bahas di sini adalah menabung khusus untuk keperluan investasi. Inilah salah satu pemahaman yang jarang kita ketahui. Ini jugalah salah satu rahasia terpendam yang menjadi karakter utama orang-orang kaya yang sesungguhnya. Selama ini kita lebih sering memahami menabung untuk keperluan-keperluan tertentu yang sifatnya lebih ke spending. Padahal, untuk melakukan investasi kita mesti memiliki dana segar/kas segar yang siap digelontorkan kapan saja ketika ada peluang investasi bagus.  Ini sekaligus meluruskan paradigma lama yang kerap mendoktrin kita untuk selalu mengandalkan utang bank/riba setiap kali untuk melakukan investasi. Jadi sekali lagi ingat, menabunglah untuk persiapan ketika ada peluang investasi bagus.

Peringatan! Jangan pernah Anda sekalipun mencoba “menilep” uang tabungan ini untuk digunakan di luar keperluan investasi. Mau alasannya cuma seratus ribu atau sejuta, ketika Anda melanggarnya maka pasti akan dengan cepat tabungan itu akan ludes. Sehingga impian Anda untuk membangun kekayaan tinggal impian. Ini masalah mental bung! Berhentilah mencari alibi dan dalih untuk menggerogoti tabungan. Karena mentalitas menyunat tabungan investasi adalah mentalitas orang miskin (Trenggono, 2009). Alokasikanlah minimal 10% dari penghasilan Anda untuk disimpan dalam pos tabungan investasi.

3. Naikkan Investasi

Sering menerima tawaran misalnya dari teman yang mengajak bisnis properti, tawaran franchise atau waralaba, investasi pohon jati, kebun karet, sawit hingga bisnis ini dan itu? Pasti menggiurkan bukan? Nah, di sinilah peran tabungan investasi akan sangat terasa ketika tawaran investasi silih berganti hadir di depan mata. Lagi-lagi inilah rahasia dan karakter utama orang yang benar-benar kaya. Orang kaya selalu berorientasi pada investasi, mereka berindak cepat ketika melihat peluang bagus. Sebaliknya orang yang tidak pernah berpikir tentang investasi maka akan selalu sulit melihat peluang bagus. Karena sudah tertutupi sifat yang konsumtif.

Nah, dengan adanya tabungan investasi yang Anda sisihkan minimal 10% secara rutin dari penghasilan, artinya ada dana segar di tangan Anda yang siap digunakan sewaktu-waktu bila ada peluang investasi yang bagus. Anda juga bisa leluasa untuk terus menaikkan jumlah atau portofolio investasi. Investasi adalah usaha-usaha yang Anda lakukan dalam rangka meningkatkan nilai aset sehingga kelak bisa memperoleh capital gain dan atau bertambahnya arus kas yang masuk ke kocek Anda. Dengan dana segar tanpa utangan ke bank maka Anda bisa lebih fokus dan cermat dalam berinvestasi, karena Anda tak perlu waswas dan terbebani dengan bunga dan cicilan😦 Inilah permainan dan kecerdasan investasi/finansial kelas dunia sesungguhnya yang jarang kita ketahui. Sehingga jangan heran orang kaya semakin kaya yang miskin tambah/tetap miskin. Jangan heran juga kalau 80% kekayaan negara ini hanya dikuasai oleh 20% orang saja. Siapakah 20% orang-orang itu? Ya pasti Anda tahu jawabannya bukan….:)

4. Tekan Biaya

Sering dengar sindiran “hidup jangan terlalu pelit dan menyiksa diri, nikmati saja“, “jangan jadi budak uang“, dst.? Kalau ada yang bilang seperti itu artinya orang tersebut tidak memahami arti hidup sederhana. Sekarang coba lihatlah mengapa banyak orang-orang yang pintar cari duit, penghasilan selalu meningkat, gaji besar tetapi tetap saja tidak bisa menabung? Hal ini tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka tidak bisa hidup sederhana, mereka tak kuasa menjauhi perilaku hidup konsumtif dan boros. Sadar atau tidak penghasilan mereka yang tinggi tersebut ludes habis untuk membiayai gaya hidupnya. Padahal kita sadar bahwa gaya hidup tidak akan pernah habis kalau mau terus diikuti. Gaya hidup hedonis ini ibarat monster cantik yang bisa menipu dan menguras dompet kita. Mentalitas gaya hidup boros ini sudah pasti akan semakin menjauhkan kita untuk mencapai kekayaan sesungguhnya. Celakanya, banyak sekali yang mengaku sulit untuk hidup sederhana. Gonta ganti HP yang harganya 50% dari gaji, beli kamera baru, beli laptop baru, beli motor/mobil baru, beli fashion terbaru, peralatan elektronik baru, makan di restoran mewah dsb yang sebagian besar bahkan semuanya dibayar dengan utang bank atau kartu kredit yang murni untuk tujuan konsumtif dan gaya hidup.

Hiduplah semurah mungkin, hiduplah sederhana. Bagaimana bisa hidup sederhana? Caranya gampang, hiduplah jauuuhh di bawah kemampuan. Misalnya gaji Anda 10 juta maka sanggupkah Anda biaya hidup Anda hanya <50% gaji bahkan kurang? Terkesan pelit amat ya? Hmmm tergantung siapa yang menjalani dan emangnya orang lain peduli dengan masa depan finansial Anda? Tidak! Sekali lagi, hiduplah sederhana. Karena sederhana adalah syarat mutlak dalam membangun kekayaan. Tanpa kesederhanaan penghasilan kita akan cepat menguap karena diserap untuk membiayai gaya hidup. Kita memang terlihat kaya, tetapi kejatuhan Anda tinggal menunggu waktu. Tanpa hidup sederhana, kaya yang sesungguhnya hanyalah sebuah angan-angan semu (Trenggono, 2009).

*****


Update

Pada tanggal 1 Januari 2017 MyFamily Accounting akan merilis versi private beta yang bisa digunakan di web dan Android. Versi terbaru ini akan tetap sepenuhnya gratis tanpa dikenakan biaya apapun!

Segera daftarkan diri Anda sebagai salah satu dari 5000 pengguna eksklusif pertama dengan memasukkan email pada form di bawah ini:

About MyFamily Accounting

Blog ini didedikasikan khusus untuk membahas lengkap tentang pengelolaan keuangan keluarga secara profesional. Selain itu juga dibahas juga produk software/piranti lunak MyFamily Accounting asli buatan anak negeri yang sangat membantu dan memudahkan seluruh keluarga dalam mengelola keuangan keluarganya. Sehingga hadirnya blog ini selain memberikan ilmu tentang manajemen keuangan keluarga, juga ada alat pendukung dalam praktek mengelola keuangan keluarga tersebut. Unduh aplikasinya di https://myfamilyaccounting.wordpress.com/2015/06/01/myfamily-accounting-kini-tersedia-gratis/ Semoga literasi finansial masyarakat Indonesia terus dan semakin meningkat..! Terima kasih Email : ardian2007@gmail.com
This entry was posted in Bisnis, Entrepreneurship, Investasi, Kecerdasan Finansial, Opini and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Prinsip Sejati untuk Benar-Benar Menjadi Kaya

  1. Hmm adakah prinsip benar2 jd kaya buat yg uangnya pas2an? Penghasilan pas2an sedangkan waktu udh mksimal trpakai dan ga mungkin buat kerja paruh waktu?🙂 nice post..tp ingin tau buat yg lbh sering kekurangan meski udh sderhana harus gmn ya?? Mksh

    Like

  2. patti says:

    Bagaimana cara menagatur keuangan usaha/bisnis, jika usaha tsb adalah mata pencaharian utama bukan usaha sampingan.
    Dinanti pencerahannya.

    Tks

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s